Sabtu, 23 September 2017 2:42

Pejabat Imigrasi Sukabumi Diduga Kongkalikong dengan Calo

Paspor yang diurus oleh Calo
Paspor yang diurus oleh Calo [paspor]

Limawaktu.id, - Tipidkor Krimsus Polda Jabar mengendus dugaan penyimpangandalam pembuatan paspor terhadap para pemohon paspor baru non elektronik dengan cara meminta tarif di luar aturan yang sebenarnya.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes ( Pol) Yusri Yunus mengatakan, meraka melakukannya tidak sesuai dengan SOP yang di pakai di kantor kementerian hukum dan hak asasi manusia. " Para calo berkeliaran dan memasang tarif antara Rp 1.200 000 S/d Rp 1.500 000 kepada para pemohon pembuat paspor baru non elektronik yg bekerja sama dengan penyelenggara negara Sdr BP sebagai kasubsi lalu lintas kementerian di kantor imigrasi kelas II Sukabumi Gol III B.

"Mereka menerima pembayaran di luar ketentuan melalui calo Sdr Rd dan ES nama 3 org pemohon pembuat paspor sebesar Rp 900 000 untuk masing-masing satu berkas pemohon," kata Kabid Humas Polda Jabar .

Karenanya, pada Rabu 20 September 2017 jam 12.30 Tipidkor Krimsus Polda Jabar telah menangkap BP dan 2 orang calo di kantor Kementerian Hukum dan HAM Sukabumi

Yusri melanjutkan, modus operandi yang dilakukan pelaku dan para calo dengan cara mencari dan menawarkan jasa kepada para calon pembuat paspor baru non elektronik setelah para calon pemohon pembuat paspor baru non elektronik tersebut di tolak oleh petugas verifikasi imigrasi dengan alasan berkas permohonannya tidak lengkap.

" Para calo memberikan janji bahwa dia bisa membantu dan sdh ada kesempatan kerja sama dengan orang dalam imigrasi kelas II Sukabumi asal sanggup membayar biaya pembuatan paspor sebesar Rp 1.200 000 S/d Rp 1.500 000," sebutnya.

Para calo kemudian menyetir kepada BP sebesar Rp 800 000 s/d Rp 900 000 padahal menurut ketentuan tarifnya hanya Rp 355 000. (lie)