Kamis, 29 Maret 2018 19:01

Oknum Geng Motor Tikam Perut dan Leher Diki di Bandung Barat

Reporter : Fery Bangkit 
EN alias Doer (34) dan YP (32), warga Sarijadi Kota Bandung Pelaku Penikaman Diki(20) diamankan jajaran Polsek Cipatat.
EN alias Doer (34) dan YP (32), warga Sarijadi Kota Bandung Pelaku Penikaman Diki(20) diamankan jajaran Polsek Cipatat. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Dua oknum anggota geng motor 'GBR' diduga melakukan penikaman terhadap Diki (20), yang merupakan anggota Organisasi Kepemudaan (OKP) Brigez.

Kedua pelaku berinisial EN alias Doer (34) dan YP (32), warga Sarijadi Kota Bandung kini sudah diamankan jajaran Polsek Cipatat.

Peristiwa sabetan senjata tajam jenis golok itu terjadi pada Sabtu (10/3/2018) sekitar pukul 22.00 WIB di Desa Citatah Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung.

Akibat kejadian itu, korban harus menjalani perawatan medis karena mengalami luka di bagian perut dan leher, hingga terpaksa harus dijahit.

Saat kejadian, korban tengah mengendarai motor jenis Honda Beat dengan mengenakan attribut Brigez. Tujuan korban ialah pergi ke rumah temannya bernama Sandi, warga Kampung Pasir Angin, Desa Kertamukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

Kemudian Diki dan Sandi serta teman-temannya sempat singgah di salah satu rumah makan. Korban sempat pamit untuk mengambil charger handphone, lalu kembali lagi ke tempat rumah makan tadi.

Ketika kembali setelah mengambil charger handphone, tiba-tiba datang tiga motor yang kemudian menendang dan memukul korban di bagian dada dan kepala. Sementara teman korban berhasil menyelamatkan diri.

"Sementara satu pelaku menyabetkan golok ke perut dan leher korban," terang Kapolsek Cipatat Kompol Asep Nandang saat gelar perkara di Mapolsek Cipatat, Kamis (29/3/2018).

Setelah menerima laporan adanya peristiwa tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan, didapati pelaku penganiayaan kepada korban Diki karena dipicu ketegangan antar kelompok motor.

Alasan pelaku melakukan penganiayaan lantaran korban menggunakan atribut Brigez malam itu, tanpa pikir panjang pelaku menyerang korban dan menikam leher serta perut korban hingga luka robek.

"Petugas kami langsung sigap menangkap pelaku," kata Asep.

Pelaku EN mengaku nekat menikam korban dengan senjata tajam yang dibawanya dari rumah lantaran mendengar ada kawan anggota 'GBR' lain yang dianiaya korban. Ia juga sengaja datang ke Cipatat untuk membantu rekan sesama geng motor.

"Saya anggota 'GBR', katanya ada perkelahian, makanya saya datang kesini (cipatat). Kalau senjata dibawa dari rumah untuk jaga-jaga," ujar pelaku.

Atas perbuatannya itu, pelaku dengan tubuh penuh tatto ini akan dijerat pasal 170 dan 169 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Baca Lainnya