Kamis, 2 November 2017 15:44

Modus Dijadikan Anak Angkat, Melati Malah Dicabuli

Reporter : Yulie Kusnawati
Dijanjikan Akan Dijadikan Anak Angkat, Melati Menjadi Korban Pencabulan IS.
Dijanjikan Akan Dijadikan Anak Angkat, Melati Menjadi Korban Pencabulan IS. [kidspot]

Limawaktu.id, - Berpura-pura akan mengangkat sebagai anak, seorang pria malah mencabuli anak yang akan diadopsinya. Hal ini terjadi di Perumahan Bukit Cidahu Asri Blok L No. 14 Rt. 021 Rw 006 Desa Pondokaso Tonggoh Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi, Oktober lalu.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, awal kejadian tersebut Selasa, (17/10) lalu, sekira pukul 18.30 Wib, tepatnya seusai korban Melati (13) nama yang disamarkan mengaji di masjid. Lalu, korban dijemput oleh bibinya yang bernama Aisyah. kemudian Aisyah mengatakan kepada korban bahwa korban akan diangkat sebagai anak oleh orang yang mengaku bernama IS alias Aji (40).

"Bibi korban mempertemukan korban dengan pelaku, pasalnya pelaku bermodus akan mengangkat korban sebagai anak," kata Yusri saat memberikan keterangannya, Kamis (2/11).

Saat ketemu, lanjut Yusri, korban bersama bibinya diajak makan bakso dan jalan-jalan hingga ke daerah Cibadak. Setelah itu korban diantarkan pulang di pinggir jalan raya dekat rumah korban. Namun keesokan harinya korban dijanjikan akan dijemput oleh pelaku di depan kantor kecamatan Cijeruk. Keesok paginya sekira pukul 06.00 WIbB korban di jemput oleh pelaku menggunakan mobil.

"Menurut keterangan korban, saat diperjalanan korban diberikan video porno dan pelaku mengatakan ingin menjadi pacar korban. Setelah sampai di rumah pelaku, korban dibuka seluruh bajunya secara paksa kemudian disetubuhi. Setelah disetubuhi korban dimandikan sambil dicabuli kembali oleh pelaku. Setelah itu korban dibawa ke kamar dan disetubuhi kembali," ucapnya.

Setelah selesai melakukan perbuatan yang tidak senonoh, kata Yusri, korban diantarkan pulang oleh tukang ojek yang disuruh oleh pelaku. Akibat kejadian tersebut pihak keluarga korban melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut.

"Pada 26 oktober 2017, Pelaku ditangkap terlebih dahulu oleh anggota Polsek Cidahu kemudian penyidik subnit PPA Polres Sukabumi membawa pelaku ke Polres Sukabumi untuk diamankan dan di proses lebih lanjut," ungkapnya.

Dia pun menegaskan, akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 dan atau Pasal 82 UU RI No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Perppu RI No 01 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (lie)*

Rustan Abubakar Al Iskandari
Rustan Abubakar Al Iskandari

Haddduuuh....Wajib dihukum berat -_-

2 November 2017 11:34 Balas