Limawaktu.id - Seorang pria Lanjut Usia (Lansia) bernama Paimin (76) menjadi korban aksi gendam atau lebih dikenal hipnotis. Kejadian itu dialaminya pada Senin (22/7/2019). Foto-foto aksi hipnotis itu viral di media sosial facebook.
Akibatnya, kakek asal Kampung Baros Senang RT 02/03 Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi itu harus kehilangan harta bendanya yang mencapai sekitar Rp 17 juta lebih.
Saat ditemui di kediamannya pada Jumat (26/7/2019), Paimin menceritakan kronologi aksi hipnotis yang dialaminya. Awalnya, sepulang dari Rumah Sakit Dustira, Paimin sengaja membeli semen, cat dan minyak cat (tiner) di Pasar Baros.
"Saya jalan kaki dari Dustira, beli dulu semen 5 kilogram (kg), cat 2 kg dan minyak (tiner) 3 kg," tuturnya.
Setelah membeli kebutuhan itu, Paimin melanjutkan perjalanan kaki menuju rumahnya. Tepat di sekitar The Edge, ada seorang pria yang menyapa kakek Paimin.
"Saya dari toko itu merasa diikutin. Terus dia nanya, mau kemana?, saya jawab, mau pulang," kata Paimin menirukan percakapan dengan pria misterius itu.
Kemudian, ia melanjutkan perjalanannya dengan menenteng barang belanjaan. Selepas melewati jembatan, Paimin sempat berhenti sejenak untuk beristirahat. "Iya kan saya bawa semen, berat. Berhenti dulu," ucapnya.
Saat Pamini beristirahat ada seorang perempuan yang terus memandanginya dari kejauhan. Ia pun merasa curiga. Kemudian, ia melanjutkan perjalanan memotong jalan lewat Komplek Baros Indah. Rumah Paimin sendiri berada di belakang komplek tersebut.
Setelah berjalan menuruni tangga setapak, muncul dari arah Puskesmas Cimahi Selatan seorang pria. Pria itu berpura-pura menanyakan alamat. Setelah itu, ia bertemu lagi dengan perempuan yang sebelumnya menatapnya.
Selanjutnya, Paimin beserta barang bawaannya diajak menaiki mobil bersama perempuan dan pria yang mengaku dari Malaysia itu. Di dalam mobil itu, ia ditawari investasi dengan keuntungan menggiurkan oleh perempuan itu. Bahkan, ia sempat diajak ke salah satu bank di wilayah itu untuk menukarkan hasil keuntungannya.
"Dia ngajak bisnis. Tapi aku curiga kok berhenti pas tanjakan, terus ibu-ibunya kaya beda arah sama bank," ungkap Paimin.
Setelah katanya dari bank, Paimin diajak lagi ke tempat semula di sekitar area parkiran Komplek Baros Indah. Di perjalanan, pelaku itu menanyakan jumlah uang yang dimiliki Paimin.
Tanpa sadar, ia pun mengambil uang disimpan di rumah yang disimpan di rumahnya. Sementara pelaku menunggu di dalam mobil. Setelah kembali dari rumahnya, tanpa sadar Paimin menyerahkan uang miliknya sebesar Rp 13 juta.
Padahal, uang itu akan digunakannya untuk keperluan berangkat haji tahun depan. Bukan hanya uang, barang berharga seperti cincin emas senilai Rp 3 juta dan jam tangan senilai Rp 1 juta tanpa sadar diserahkan Paimin.
"Anehnya dia gak berani keluar motor. Saya serahkan uangnya, malah aku juga kasih handphone," terang Paimin.
Setelah menyerahkan harta bendanya itu, pelaku itu berpura-pura ingin meminjam perlengkapan shalat seperti sajadah dan sarung. Kemudian Paimin mengambil alat shalat ke rumahnya.
Sebab merasa ada yang aneh, sebelum sampai rumahnya untuk mengambil alat shalat itu, Paimin sempat kembali melihat ke arah parkiran dan mobil yang digunakan pelaku masih ada.
"Saat itu masih percaya terus ambil sarung, sejadah. Sekitar 10 menit kembali lagi, mobilnya udah gak ada. Baru sadar," ucap Paimin.
Berdasarkan foro-foto yang tersebar itu, mobil yang digunakan pelaku mirip Toyota Avanza berwarna putih. Foto itu diambil dari potongan kamera CCTV. Namun, tidak terlihat nomor polisinya. Hanya pada bagian kaca depan mobil ada tulisan 'Andra'.
"Saya belum lapor, mau kuatin alat bukti dulu. Nanti sore mau lihat videonya masa nomor polisinya gak ada," pungkasnya.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Cimahi Selatan Yogaswara mengatakan, sejauh ini menerima laporan aksi kejahatan hipnotis itu. Namun, pihaknya akan mengecek langsung ke lokasi kejadian.
"Nanti kita akan cek dulu," ucapnya.