Senin, 6 Mei 2019 14:42

Kurir Benur Lobster Rp 5,8 Miliar Terancam 6 Tahun Penjara

Reporter : Fery Bangkit 
SF (44), tersangka penyelundupan benih (benur) lobster jenis pasir dan mutiara terancam hukuman penjara 6 tahun.
SF (44), tersangka penyelundupan benih (benur) lobster jenis pasir dan mutiara terancam hukuman penjara 6 tahun. [ferybangkit]

Limawaktu.id - SF (44), tersangka penyelundupan benih (benur) lobster jenis pasir dan mutiara terancam hukuman penjara 6 tahun. Dia disangkakan Pasal 88 Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan.

"Jadi pidananya itu paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar," tegas Kepala Badan Karantina dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Bandung, Dedi Arief Hendriyanto saat jumpa pers di Kantor BKIPM Bandung, Jalan Ciawitali, Kota Cimahi, Senin (6/5/2019).

Baca Juga : Diintai 3 Hari, Penyelundupan Baby Lobster Rp 5,8 Miliar Diamankan dari Pantai Santolo

Sebelumnya, SF ditangkap Tim Gabungan dari BKIPM Bandung, Pangkalan Utama TNI AL (Lanal) Bandung dan Pos TNI AL Pangandaran di wilayah Pantai Santolo, Garut, Minggu (5/5/2019). Ia saat itu akan mengirim baby lobster ke pengepul di Sukabumi.

Dari tangan kurir itu, tim menyita 39.211 benur lobster jenis pasir dan mutiara siap ekspor senilai Rp5.881.650.000. Puluhan ribu benih itu dimasukan ke dalam 112 kantung plastik, dengan tiga kanon.

Dikatakan Dedi, untuk tindakan selanjutnya terhadap tersangka SF, akan dilakukan penyelidikan lanjutan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BKIPM Bandung. "Pelaku inisial SF telah ditetapkan sebagai tersangka dan dllakukan penahanan di kantor BKIPM Bandung," ujar Dedi.

Sedangkan barang bukti benur lobsternya, lanjut Dedi, akan dilakukan penyegaran. Kemudian, rencananya akan dilakukan pelepasliaran, Selasa (7/5/2019). Untuk lokasinya, masih menunggu tim survey.

"Rencana setelah penyegaran akan dilepasliarkan. Sedang menunggu survey, sedang cari perairan yang cocok," pungkasnya.

Baca Lainnya