Selasa, 6 Februari 2018 19:10

Kisah Nyata AN Setubuhi Pacar Berkali-Kali Hingga Dijebloskan ke Penjara

Reporter : Fery Bangkit 
Tersangka Pencabulan AN saat diamankan di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Mahmud, Selasa (6/2/2018).
Tersangka Pencabulan AN saat diamankan di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Mahmud, Selasa (6/2/2018). [Limawaktu]

Limawaktu.id - Seorang bocah berusia 17 tahun, sebut saja inisialnya IT hamil tujuh bulan. Salah satu tempat yang menjadi saksi kehamilan korban adalah Stadion Sangkuring, Kota Cimahi.

Korban dihamili pacarnya sendiri AN (24), yang kini sudah dijadikan tersangka oleh Satreskrim Polres Cimahi.

AN dijerat Pasal 81 UU nomor 17 tahun 2016 tentang tentang perlindungan anak dengan diancam hukuman 12 tahun penjara.

Dalam pemeriksaan, tersangka AN menyebutkan, sudah beberapa kali melakukan menyetubuhi korban. Tersangka dan korban berpacaran sekitar dua tahun lamanya.

"Selama pacaran, bersetubuh. Pas ngontrak, dalam satu minggu dua, kadang tiga kali (memaksa melakukan hubungan intim)," ujar AN, di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Mahmud, Selasa (6/2/2018).

Kejadian terakhir terjadi pada Jumat (13/1/2017) dan tersangka menodongkan sebuah pisau, sehingga kekasihnya IT terpaksa harus melayani keingininan AN.

Menurut Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Niko N Adiputra, sepasang kekasih itu sebelumnya berhubungan jarak jauh selama satu tahun.

"Kemudian dia (tersangka) kembali dan meminta bertemu disatu lokasi dan akhirnya disepakati di Stadion Sangkuriang," ujar AKP Niko N Adiputra di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Machmud, Kota Cimahi, Selasa (6/2/2018).

Bahkan kata Niko, tersangka AN telah memaksa IT untuk melakukan hubungan intim itu lebih dari satu kali, sehingga IT hamil dan saat ini kehamilannya menginjak usia tujuh bulan.

Ketika memaksa yang kesekian kalinya itu, lanjut Niko, AN tetap melakukan ancaman akan memberitahu kehamilan IT kepada kerabat maupun keluarganya.

"Karena ancaman itu korban menjadi takut dan akhirnya korban terus menuruti keinginan tersangka," kata Niko.

Menurutnya, kejadian tersebut masuk pada kasus Pencabulan terhadap anak dibawah umur, sehingga tersangka dikenakan pasal 81 UU nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

"Pelaku ditangkap didaerah dekat rumahnya, tapi tersangka tidak menyangka korban akan melaporkan kejadian itu." katanya.

Baca Lainnya