Selasa, 20 Februari 2018 14:40

Kesbang Kota Cimahi Soal Teror Terhadap Pemuka Agama: Ganjil dan Seperti ada Kreator

Reporter : Fery Bangkit 
Ilustrasi.
Ilustrasi. [Net]

Limawaktu.id,- Fenomena teror terhadap pemuka agama, seperti pimpinan pondok pesantren, ulama dan sebagainya tengah menggila. Termasuk di Kota Cimahi. Bahkan, setelah tertangkap, pelaku teror hampir selalu diduga orang gila.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Kota Cimahi, Totong Solehudin menilai, fenomena teror terhadap pemuka agama cukup ganjil. Sebab menurutnya, jika memang para pelaku itu gila, pelaku itu tidak akan peduli terhadap orang lain.

"Ini ganjil. Mereka saja tidak peduli terhadap dirinya, tiba-tiba sekarang mereka bisa garang, buas. Berarti kan kalau begitu ada-apa," kata Totong saat dihubungi via telepon, Selasa (20/2/2018).

Ia mengibaratkan, macan saja yang galak kalau tidak ada gangguan tidak akan menyerang. Begitupun orang gila, bila tidak ada mengganggu, orang gila tersebut tidak akan peduli dengan sekitarnya.

Dikatakan Totong, bisa saja orang gila itu diatur dengan cara dihipnotis. Pasalnya, menurut dia, orang yang tidak mengalami gangguan jiwa saja mudah untuk dihipnotis. Apalagi orang yang mengalami gangguan kejiwaan alias gila.
Jadi, kesimpulannya, kata Totong, ia mencurigai ada yang menjadi semacam kreator dibalik teror-teror terhadap pemuka agama ini.

"Ini bukan sebuah kebetulan, paling tidak, ada kreator, mendesain. Kalau mendesain ini kan di belakang layar," katanya.

Seperti diketahui, khusus di Kota Cimahi, aksi teror terhadap pemuka agama baru saja terjadi. Kali ini dialami nyata oleh Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Anwar RT 06/15, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Muhammad Nuryadi alias Buya Nur.

Pelaku teror telah diamankan pihak kepolisian. Lagi-lagi, orang tersebut diduga gila. Pasalnya, saat diintrogasi pihak pesantren pun, jawaban yang terlontar tidak stabil.

Baca Lainnya