Jumat, 10 Agustus 2018 13:18

Kenalan via Facebook Lalu Setubuhi Korban Dibawah Umur

Reporter : Fery Bangkit 
Pelaku Kejahatan di Bawah Umur
Pelaku Kejahatan di Bawah Umur [limawaktu]

Limawaktu.id, - Media sosial (medsos) kembali mengundang seseorang untuk melakukan kejahatan. Kali ini, pelakunya ialah pria berinisial FS (26).

Kejahatan pelaku FS via medsos facebook berawal tahun 2018. Lewat medsos tersebut, FS bertukar nomor telepon dengan korban yang masih dibawah unur berinisial GSP (13).

Tersangka kemudian mengirimi korban dengan foto dan video porno lalu mengajak korban bertemu di rumah tersangka di kawasan Sukasari, Kota Bandung.

"Foto dan video porno itu dikirim supaya korban mau disetubuhi. Di rumah tersangka, korban disetubuhi dan direkam," ujar Kapolda di Mapolda Jabar Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Jumat (10/8/2018).

Tersangka kini sudah diamankan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar. Dikatakan Agung, tersangka telah menyebarkan video adegan mesum dengan seorang bocah korban dibawah umur tersebut.

Adegan persetubuhan itu tak berhenti direkam saja. Tak puas sekali disetubuhi, tersangka mengancam akan menyebar video adegan rekaman tersebut jika tidak mau berhubungan intim lagi. Akhirnya, tersangka untuk kedua kalinya menyetubuhi korban.

"Tersangka sudah menyebar video porno itu ke semua teman-teman korban. Hingga akhirnya, pada Mei 2018, teman korban menemukan video korban dengan tersangka dan melaporkannya ke guru korban," ujar Kapolda.

Semuanya terungkap saat guru korban bernama Yanto memanggil orang tua korban dan menjelaskan temuan tersebut.

"Saat orang tua korban mengecek ponsel korban diketahui bahwa Gsp sering berkomunikasi dengan tersangka," terangnya.

Saat ditanya, FS mengaku mencintai korban meski berusia 13 tahun. "Saya berjanji akan menikahinya," ujar Fs.

Namun, pengakuanya terbantahkan oleh penyidik karena dari awal, FS sudah merencanakan semua niat jahatnya.
"Tersangka sudah merencanakan niatnya sejak awal mulai dari membujuk untuk bersetubuh, merekam hingga menyebarkannya," ucap Kapolda.

Tersangka dijerat Pasal 81 dan 82 Undang-undang Perlindungan Anak dan Pasal 27 ayat 1 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Baca Lainnya