Kamis, 13 September 2018 17:15

Keluarga 'Babu' Gadungan Gasak Emas Setengah Kilo di Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Barang Buktu Pencurian Yang Dilakukan Satu Keluarga
Barang Buktu Pencurian Yang Dilakukan Satu Keluarga [Fery Bangkit/limawaktuid]

Limawaktu.id, - Aksi pencurian dengan modus jadi pembantu alias 'babu' gadungan berhasil diungkap jajaran Satreskrim Polres Cimahi.

Kali ini, pelakunya adalah satu keluarga yang terdiri dari Amung Mulyana (58), Cucu Saryati (43) dan Andri Putra Jaya (20). Amung, suami Cucu merupakan otak kejahatan dengan modus pembantu, sementara Cucu bertugas menjadi 'babu' gadungan sekaligus eksekutor, sedangkan sang anak, Andri berperan untuk menjual barang hasil curian.

Baca Juga : Baru Keluar, Bandit HP Kembali Masuk Bui

Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Niko N Adiputra mengatakan, pengungkapan kasus pencurian yang dilakukan satu keluarga itu berawal dari laporan tertanggal 4 September. Saat itu, aksi ketiganya terjadi di rumah milik Anggota TNi di KPAD Sriwijaya RT 05/08, Kel. Setiamanah, Kec. Cimahi Tengah, Kota Cimahi.

"Kemudian dilakukan penyelidikan dan penyidikan yang akhirnya lima hari setelahnya kurang lebih hari Minggu (9/9) dilakukan penangkapan di daerah Plered, Purwakarta," ungkap Niko saat ditemui di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Mahmud, Kamis (13/92018).

Baca Juga : Akting jadi Pembantu, Suami-Istri ini Malah Gasak Emas 110 Gram

Para pelaku diamankan tanpa perlawanan ketika sedang berada di kontrakan dan angkutan umum. Ketiganya langsung mengakui dan menyerahkan barang bukti kejahatannya.

Saat beraksi di rumah korban di Kota Cimahi, pelaku berhasil menggasak sekitar 500 gram emas, dua handphone, dua laptop dan satu unit sepeda motor. Namun, sebagian emas yang dicuri sudah dijual oleh pelaku, Andri.

Baca Juga : Maling Bobol Mobil Dinasnya, Ketua DPRD Kota Cimahi Minta Keamanan Diperketat

Uang hasil penjualan emas digunakan pelaku untuk membeli berbagai barang kebutuhan pribadi, seperti membeli sepeda motor baru, kursi, lemari, televisi, parabola. Sedangkan emas yang belum dijual tersisa sekitar 114 gram.

"Uang sisa (hasil penjualan emas) tersebut juga digunakan untuk berlibur ke tempat wisata seperti pantai di daerah Sukabumi," terang Niko.

Niko menjelaskan, pelaku bernama Cucu bekerja sekitar tiga bulan di rumah korban. Sedangkan, Amung bekerja sebagai pemulung. Sambil bekerja, Cucu mengamati situasi di rumah korbannya. Ketika sudah mengetahui situasi dan posisi barang berharga, barulah ketiga melaku melancarkan aksinya dengan peran masing-masing.

"Korban meletakan barang di koper kecil kemudian oleh pelaku dibawa. Ada juga yang tercecer di lemari semuanya berhasil digasak oleh pelaku," tutur Niko.

Berdasarkan keterangan pelaku, kata Niko, ketiganya baru satu kali melakukan aksinya. Namun, pihaknya lantas tak percaya begitu saja dan masih mengembangkan kasusnya.

Pasalnya, sebelum pindak ke Kota Cimahi dan Purwakarta, ketiga pelaku juga sempat singgah di wilayah Garut, Lampung dan Musi. "Kita masih pendalaman," ucap Niko.

Atas perbuatannya, pelaku sekeluarga itu disangkakan Pasal 363 ayat 1 ke 4 dan ke 5 KUHPidana dengan ancaman maksimal 7 tahun dan Pasal 480 KUHPidana dengan maksimal 4 tahun penjara.

Baca Lainnya