Selasa, 26 Juni 2018 19:13

Hunusan Golok di Dada Buktikan Warga KBB ini Dibunuh

Reporter : Fery Bangkit 
Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembunuhan Dadan (54) warga Kp. Coblongan RT 02/18, Desa Tamanjaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat.
Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembunuhan Dadan (54) warga Kp. Coblongan RT 02/18, Desa Tamanjaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Satreskrim Polres Cimahi memastikan, Dadan (54) warga Kp. Coblongan RT 02/18, Desa Tamanjaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (kbb) tewas dibunuh.

Kepastian tersebut didapat dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan hasil visum dari Rumah Sakit Sartika Asih. Pada tubuh korban, ditemukan sejumlah luka di beberapa bagian.

Sebelumnya, Dadan ditemukan tewas dengan luka golok menancap di dada dan usus di bagian perutnya keluar pada Sabtu (23/6/2018) pagi itu dipastikan merupakan korban pembunuhan.

"Hasil olah TKP kami pastikan jika korban adalah benar merupakan korban pembunuhan," kata Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Niko N Adiputra kepada wartawan di Mapolres Cimahi, Selasa (26/6/2018).

Dirinya memastikan, luka di bagian dada dimana golok tertancap di bagian tengah-tengah dada korban menjadi bukti kuat bahwa korban tewas dibunuh. Pihaknya juga melihat ada bukti-bukti di lokasi bahwa korban melakikan perlawanan kepada pelaku.

"Korban sempat melakukan perlawanan, namun memang pelaku sepertinya menginginkan korban tewas. Hal itu dilihat dari sejumlah luka yang ada di tubuh korban," terangnya.

Terkait motif pelaku, Niko belum bisa memastikan dan masih melakukan pendalaman. Barang-barang pelaku pun tidak ada yang hilang sehingga ada kemungkinan pelaku tidak mengincar harta benda.

Keterangan dari keluarga masih akan digali, namun karena bertepatan dengan hajatan pernikahan putri korban yang tetap digelar maka prosesnya tidak mungkin dipaksakan.

Disinggung mengenai saksi yang sudah dimintai keterangan, dia menyebutkan sejauh ini sudah ada tujuh orang saksi yang dipanggil. Jumlahnya kemungkinan bisa bertambah karena masih ada saksi lain yang belum dimintai keterangan termasuk saksi ahli dari dokter dari RS Sartika Asih terkait dengan hasil autopsi korban.

"Saksi baru tujuh tapi bisa bertambah dalam beberapa hari ke depan," kata dia.

Baca Lainnya