Selasa, 7 November 2017 8:42

Hukuman 4 Tahun Penjara Menanti Yolanda yang Tengah Hamil

Kriminal Menanti Yolanda
Kapolres Cimahi sedang memeriksa barang bukti.
Kapolres Cimahi sedang memeriksa barang bukti. [limawaktu]

Limawaktu.id, – Yolanda, pelaku penipuan dan penggelapan kendaraan roda empat terancam hukuman empat tahun penjara. Ia bersama bersama empat pelaku lainnya, yakni Eri Ridwan, Tamsir, Saeful dan Ujang Mulyadi dijerat pasal 372 dan atau 378 KUHP.

Kelimanya yang merupakan target operasi Satreskrim Polres Cimahi, diamankan pada Selasa (17/10/2017) di ruas Tol Cipali.

Kapolres Cimahi, AKBP Rusdy Pramana Suryanagara menjelaskan, modus kelimanya dalam menjerat korbannya yakni dengan mengumpankan pelaku Yolanda, yang menyewa sebuah mobil rental. Setelah mendapatkan calon korban, Yolanda berpura-pura minta dibelikan makanan. Mayoritas kendaraan yang berhasil digasak para pelaku merupakan kendaraan rental, maupun kendaraan para pemilik rental tersebut.

"Mereka itu awalnya menyewa sebuah kendaraan, di wilayah Padalarang, Cimahi dan sekitaran Bandung. Modusnya itu Si Yolanda, setelah mendapatkan mobil rental, minta diantarkan ke tempat tujuan, di perjalanan, dia minta dibelikan sesuatu, atau bisa dengan membius korbannya," jelas Rusdy saat ditemui di Mapolres Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Senin (6/11/2017).

"Empat orang lainnya yang membuntuti dari belakang, salah satunya langsung masuk ke mobil dan membawa kabur mobil itu. Kalau dibius, korbannya akan ditinggalkan saat tidak sadarkan diri, tapi kalau menggunakan modus minta tolong dibelikan sesuatu, korban ditinggalkan saat sedang berbelanja," sambung Rusdy.

Setelah kendaraan hasil penipuan dan penggelapan itu didapatkan, para pelaku kemudian menjual kendaraan itu ke wilayah Cirebon dan sekitarnya tanpa pengetahuan si pemiliknya. Satreskrim Polres Cimahi berhasil menyita satu unit mobil Toyota Fortuner dan Daihatsu Xenia. Menurut pelaku atas nama Tamsir, untuk Fortuner ini dijual seharga Rp 120 juta.

"Pelaku Yolanda saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Sartika Asih karena sedang hamil besar. Tapi menurut pelaku, pembagian hasilnya itu diserahkan pada Yolanda, termasuk penjualan barang hasil curian," terangnya. (kit)*