Senin, 25 Februari 2019 10:46

Geng Motor Ribu Lagi di Cimahi, ini Kata Psikolog

Reporter : Fery Bangkit 
ilustrasi
ilustrasi [net]

Limawaktu.id - Aksi brutal geng motor masih menjadi fenomena meresahkan di kalangan masyarakat. Mereka cenderung tak peduli aksinya itu sangat meresahkan. 

Terbaru, dua geng motor yang selama ini eksis terlibat keributan di Jalan Ibu Ganirah, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Minggu (24/2/2019) malam.

Mencermati fenomena tersebut, Psikolog Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi Miryam Aryadne Sigarlaki menilai, aksi-aksi yang dilakukan geng motor sangatlah agresif.

"Secara psikolog itu memang sudah termasuk prilaku agresif," kata Miryam saat dihubungi via pesan singkat, Kamis (25/2/2019).

Menurutnya, aksi brutal yang dilakukan sekumpulan geng motor yang diisi para remaja ini merupakan cara mereka untuk mencari identitas dan pengakuan.

"Namun mereka tidak sadar yang mereka lakukan itu adalah salah, bahkan kriminalitas," tutur Miryam.

Lebih parahnya lagi, kata Miryam, geng bermotor ini cenderung sadar ketika melakukan aksinya. Namun, untuk eksistensi, mereka lebih nekat melakukan aksinya.

Menurut Miryam, biasanya dalam geng bermotor itu ada semacam pengaruh tertentu yang membuat mereka harus patuh dan tunduk.

"Saya tidak tau pasti apa dan bagaimana doktrin tersebut sampai harus melakukan kekerasan," tuturnya.

Jika sudah seperti itu, lanjut Miryam, peran orang terdekat seperti keluarga sangatlah penting. Pasalnya, keluarga bisa menjadi benteng bagi psikolog pelaku geng motor.

"Pola pengasuhan orang tua serta agama. Kemudian sistem dilingkungan dan masyarakat harus support," tandasnya.

Baca Lainnya