Rabu, 28 November 2018 10:50

Gasak Rp 750 di KBB, Dua Pelaku Spesialis Gembos Ban Dihadiahi Timas Panas

Reporter : Fery Bangkit 
Jajaran Satreskrim Polres Cimahi membekuk komplotan pelaku pencurian spesialis nasabah bank.
Jajaran Satreskrim Polres Cimahi membekuk komplotan pelaku pencurian spesialis nasabah bank. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Jajaran Satreskrim Polres Cimahi membekuk komplotan pelaku pencurian spesialis nasabah bank belum lama ini di Kota Bandung. Ada delapan maling yang diamankan.

Kedelapan pelaku itu ialah DH, VA, TA, AA, NA, BA, AS dan AM. Khusus DH dan VA, keduanya dihadiahi masing-masing dua timah panas karena melakukan perlawanan saat hendak ditangkap petugas.

Baca Juga : 'Gondol' Motor Ojol, Pelakunya Terancam 7 Tahun Penjara

Kapolres Cimahi, AKBP Rusdy">AKBP Rusdy Pramana Suryanagara mengungkapkan, modus yang dilakukan para pelaku ialah dengan menggembosi kendaraan roda empat yang ditumpangi nasabah. Setelah berhenti, pelaku kemudian melakukan aksinya.

"Modusnya itu gembos ban, kemudian kalau bisa buka pintu mobil. Kalau gak bisa, dipecah kacanya, kalau gak bisa juga pelaku melakukan tindakan kekerasan. Baru ambil barangnya," ungkapnya di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Mahmud, Rabu (28/11/2018).

Baca Juga : Pamer Wajah Bermasker, Pelaku Gondol Belasan Laptop dan Uang di Cimahi

Khusus di wilayah hukum Polres Cimahi, ada dua lokasi yang pernah jadi target para pelaku. Pertama di Kampung Caringin, Desa Margajaya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Uang yang digasak pelaku saat itu mencapai Rp 250 juta.

Kemudian lokasi kedua di Jalan Raya Tangkuban Perahu, Kampung Cilumbeur, Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, KBB. Pelaku berhasil menggasak uang nasabah sebanyak 500 juta.

Baca Juga : Bandit Mobil Ditembak, Pelakunya Sampai Pakai Kursi Roda

Berdasarkan pengakuan pelaku, kata Rusdy, selain dua lokasi itu, mereka juga telah melakukan aksinya di Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Tasikmalaya, Indramayu, Cianjur, Subang dan Purwakarta.

"Hasil pemeriksaan, pelaku melakukan aksinya lebih dari 10  kali. Tapi masih kami dalami kemungkinan adanya TKP (tempat kejadian perkara) dan dan pelaku lain," tegasnya.

Dalam melakukan aksinya, kedelapan pelaku ini memiliki peran yang berbeda-beda. Lima pelaku merupakan eksekutor, yakni ada yang bertugas untuk memantau situasi di lokasi yang telah ditargetkan dan ada yang membuntuti korban hingga melakukan aksi pencurian. Sedangkan tiga pelaku lainnya bertugas sebagai penadah.

Akibat perbuatannya, kedelapan pelaku diancam Pasal 363 Ayat 1 ke-4 dan ke-5 KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Baca Lainnya