Kamis, 27 September 2018 15:24

Gambaran Sementara Rekonstruksi Pembunuhan Pengamen:Sempat Terjadi Cekcok

Reporter : Fery Bangkit 
Proses reka ulang atau rekonstruksi kasus pengeroyokan yang menewaskan Muhammad Angga Lesmana, seorang pengamen berusia 25 tahun di SPBU Ciburuy, Jalan Ciburuy, Kamis (27/9/2018).
Proses reka ulang atau rekonstruksi kasus pengeroyokan yang menewaskan Muhammad Angga Lesmana, seorang pengamen berusia 25 tahun di SPBU Ciburuy, Jalan Ciburuy, Kamis (27/9/2018). [Fery Bangkit / Limawaktu]

Limawaktu.id - Proses reka ulang atau rekonstruksi kasus pengeroyokan yang menewaskan Muhammad Angga Lesmana, seorang Pengamen berusia 25 tahun di SPBU Ciburuy, Jalan Ciburuy, Kamis (27/9/2018) menyita perhatian warga sekitar.

Pihak kepolisian pun memasang garis polisi di lokasi masuk dan keluar SPBU. Bahkan, saat keempat tersangka dikeluarkan sontak masyarakat yang ada di sekitar lokasi langsung menyorakinya.

"Cik ganyang ningali pelaku. Ning ngarora keneh (Mana sih pingin lihat pelakunya. Aduh masih pada muda)," kata salah seorang warga.

Dalam rekonstruksi tersebut, keempat tersangka Indra Irianto alias Jabir (30), Wahyu Dilar alias Dilar (21), Mulyana alias Ule (18), dan Raden Dendi Febriansyah alias BF (25) dihadirkan dengan menggunakan pakaian orange bertuliskan tahanan Polres Cimahi. Korban dan para pelaku merupakan rekan sepermainan.

Keempatnya silih berganti memeragakan adegan demi adegan sesuai yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di kepolisian.

Kejadian ini berawal saat korban ditemani adiknya sedang nongkrong bersama pelaku.

Terjadi cekcok antara korban dan pelaku hingga terjadi kejar-kejaran. Namun, ketika melarikan diri korban terpisah dengan adik dan temannya.

Para pelaku akhirnya menangkap dan membunuh korban dengan cara memukuli bersama-sama kemudian menusuk kepala bagian belakang menggunakan sebilah samurai.

Setelah membunuh korban, para pelaku membakar bajunya untuk menghilangkan jejak. Penemuan mayat korban D SPBU sempat viral di media sosial. Kepolisian pun berhasil menangkap keempat pelaku kurang dari 24 jam.

Baca Lainnya