Sabtu, 26 Mei 2018 20:04

Dua Spesialis 'Jambret' Anak SMP lebaran di Bui

Reporter : Fery Bangkit 
Ilustrasi.
Ilustrasi. [Net]

Limawaktu.id,- Dua pelaku spesialis 'jambret' handphone berinisial GF dan RP berhasil diringkus aparat Polsek Padalarang pada Sabtu (25/5/2018). Akibatnya, keduanya harus melewatkan puasa dan lebaran dalam bui.

Sebelumnya, aksi pencurian dan kekerasan terakhrinya dilakukan di sekitar Kompleks Taman Bunga, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (19/5/2018).

Baca Juga : Dor...!!! Pelaku Curas Jaringan Lampung Ditembak Polisi

"Mereka merampas hp anak perempuan di Kompleks Taman Bunga dan berhasil ditangkap oleh warga dan petugas yang memergoki aksi tersebut," terang Kapolsek Padalarang Kompol Nyoman Yudhana saat dihubungi, Sabtu (26/5/2018).

Nyoman mengungkapkan, dalam aksinya kedua pemuda itu kerap menggunakan motor secara boncengan. Sasarannya adalah kebanyakan anak perempuan SMP yang membawa HP dan sedang berjalan atau berada di tempat sepi. Aksi terakhirnya dipergoki warga yang langsung mengejar mereka.

Baca Juga : Pelaku Curas Ini Masih Diburu Satreskrim Polres Cimahi

Dari hasil penangkapan kami berhasil mengamankan dua buah HP dan satu unit sepeda motor. "Berdasarkan pengembangan mereka pun telah melakukan aksi serupa di wilayah Kecamatan Cisarua," ucapnya.

Disinggung apakah keduanya merupakan anggota geng motor, Nyoman mengaku masih mendalami kasus ini. "Para pelaku akan dijerat dengan Pasal 365 tentang Pencurian dengan Kekerasan dan terancaman hukuman tujuh tahun penjara," tuturnya.

Baca Juga : Perempuan Hamil jadi Tersangka Curas, ini Perannya

Pada kasus lainnya, pihaknya juga berhasil meringkus dua pelaku curas berinisial AK dan AD warga Gunung Masigit, Cipatat, KBB. Mereka telah melakukan aksi curas motor sebanyak tiga kali di seputaran wilayah Kota Baru Padalarang.

"Barang bukti yang diamankan 1 unit motor Yamaha Vega warna hitam, sementara motor Yamaha Jupiter dan Honda Beat masih dalam pencarian," tuturnya.

Salah seorang pelaku AK mengaku terpaksa melakukan aksi pencurian motor untuk memenuhi kebutuhan sehari hari keluarga karena dirinya tidak memiliki pekerjaan. Oleh karena itu setelah melakukan kejahatan barang curiannya lalu dijual dan uangnya untuk istri dan anak-anaknya.

"Saya ga punya pekerjaan jadi gelap mata melakukan aksi ini," katanya.

Baca Lainnya