Jumat, 13 Juli 2018 15:09

Dua Oknum Ormas Perusak Kantor PUPR KBB Terancam 7 Tahun Penjara

Reporter : Fery Bangkit 
Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana.
Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Dua pelaku aksi premanisme di kantor Dinas Pekeraan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bandung Barat (KBB) terancam kurungan tujuh tahun penjara.

Keduanya bernama Indra Hendriansyah, dan M Ikram Qintara disangkakan perbuatannya mereka dijerat pasal 170 KUHPidana tentang perusakan dengan ancaman pidana di atas tujuh tahun.

Salah satu dari dua tersangka yang merupakan anggota Organisasi Masyarakat (Ormas) terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas pada kaki kirinya lantaran melawan dengan menggunakan senjata tajam jenis samurai saat akan diringkus petugas.

Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana menyebutkan, kedua preman ini ditangkap di persembunyiannya setelah melakukan aksi perusakan di kantor PUPR Kabupaten Bandung Barat pada 8 Juni 2018.

"Saat itu mereka mengancam seluruh karyawan PUPR dengan mengacungkan samurai dan minta THR," katanya kepada wartawan, Jumat (13/7/2018).

Sebab permintaan mereka tidak digubris, keduanya pun langsung melakukan aksi perusakan di kantor tersebut. Para karyawan tak berani mencegah para tersangka, karena mereka membawa samurai.

Setelah mendapatkan laporan, kepolisian langsung melakukan olah TKP dan memeriksa para saksi. Perburuan terhadap keduanya cukup alot, akhirnya mereka bisa ditangkap oleh tim di persembunyiannya.

"Saat mau ditangkap, salah seorang pelaku melawan. Kita berikan tindakan tegas dan terukur, betis kirinya ditembak," bebernya.

Selain mengamankan keduanya, petugas juga menyita beberapa barang bukti, seperti sebilah samurai, satu unit printer, lap top, dan satu unit CPU, serta beberapa ponsel.

Seperti diketahui, insiden perusakan kantor PUPR KBB dilakukan preman yang mabuk berbuat onar di Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat, Ngamprah, Jumat 8 Juni 2018 sore. Selain merusak ruangan di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, para preman yang juga anggota ormas itu pun melukai dua pegawai.

Baca Lainnya