Selasa, 14 November 2017 20:05

Divonis 1,5 Tahun, Buni Yani Nyatakan Banding

Kriminal Buni Yani
Buni Yani menghadiri persidangan di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung
Buni Yani menghadiri persidangan di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung [Limawaktu]

Limawaktu.id - Majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan vonis 1,5 tahun penjara kepada Buni Yani. Dalam persidangan di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Selasa (14/11). Terdakwa dinilai terbukti melakukan pemotongan video pidato Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Kepulauan Seribu.

"Mengadili dan menyatakan terdakwa terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam UU ITE, dan menjatuhkan hukuman pidana penjara selama satu tahun enam bulan," kata Hakim Ketua M Saptono, dalam amar putusannya.

Majelis hakim menilai, Buni Yani telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan menambah, mengurangi, melakukan transmisi, dan menghilangkan suatu informasi elektronik dan dokumen elektronik milik orang lain.

Hal yang memberatkan menurut hakim, perbuatan terdakwa menimbulkan keresahan antar umat bergama, tidak mengaku bersalah, dan sebagai seorang dosen seharusnya memberikan contoh. "Sementara, yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum sebelumnya. Dan, memiliki tanggungan keluarga", imbuhnya.

Namun, dalam putusan majelis hakim tersebut tidak ada perintah kurungan kepada terdakwa. Sebab, hakim memandang, masih ada upaya hukum lain terhadap vonis yang dijatuhkan. Putusan ini lebih rendah enam bulan dari tuntutan jaksa.

Setelah pembacaan putusan tersebut, Buni Yani melalui kuasa hukumnya langsung menyatakan banding. Sementara, jaksa penuntut umum menyatakan pikir-pikir. (lie)