Senin, 20 Agustus 2018 12:30

Dituntut 2 Tahun Penjara, Eks Kepala BPKSDM KBB Ajukan Pleodi Pekan Depan

Reporter : Fery Bangkit 
Sidang kasus dugaan suap terhadap Bupati Bandung Barat Abubakar dengan terdakwa Asep Hikayat, di Pengadilan Tipikor pada PN Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (20/8/2018).
Sidang kasus dugaan suap terhadap Bupati Bandung Barat Abubakar dengan terdakwa Asep Hikayat, di Pengadilan Tipikor pada PN Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (20/8/2018). [Fery Bangkit / Limawaktu]

Limawaktu.id - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut mantan Kepala Badan Pembinaan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Kabupaten Bandung Barat, Asep Hikayat hukuman dua tahun enam bulan, denda Rp 100 juta subsider kurungan dua bulan.

Hal itu terungkap dalam sidang kasus dugaan suap terhadap Bupati Bandung Barat Abubakar dengan terdakwa Asep Hikayat, di Pengadilan Tipikor pada PN Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (20/8/2018).

Baca Juga : Bupati Terpilih KBB Diduga Kebagian Jatah Suap

Dalam amar tuntutannya, JPU KPK Budi Nugraha menyatakan terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi, sebagaimana dakwaan alternatif pertama pasal  5 ayat 1 hurup a Undang-undang tindak pidana korupsi.

"Memohon majelis yang menangani perkara terdakwa, menjatuhkan hukuman dua tahun enam bulan, denda Rp 100 juta, subsider kurungan dua bulan," kata Budi dalam persidangan.

Baca Juga : Diduga Terima Rp 100 Juta, Bupati Bandung Barat Terpilih Aa Umbara Belum Bisa Dikonfirmasi

Sebelum membacakan amar tuntutannya, tim JPU KPK membacakan hal yang memberatkan dan meringankan. Untuk yang memberatkan perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah.

Sementara untuk yang meringankan terdakwa mengakui semua perbuatannya, menyesali, bersikap sopan selama persidangan, dan belum pernah dihukum.

Baca Juga : Hengky Kurniawan: Langsung tanya ke Pak Bupati aja, saya tidak ada kapasitas untuk mengomentari hal itu.

Dalam uraian ringkasnya, tim JPU menyebutkan jika terdakwa telah memberikan suap kepada mantan Bupati Bandung Barat Abu Bakar senilai Rp 110 juta. Uang tersebut merupakan bagian partisipasi iuran sejumlah uang dari Kepala Dinas/ SKPD guna kepentingan pencalonan Elin Suharliah istri Abu Bakar Bupati KBB dalam Pilkada Bupati KBB tahun 2018 - 2023.

Atas tuntutan tersebut, baik terdakwa ataupun kuasa hukumnya sama-sama mengajukan nota pembelaan atau pledoi. Sidang yang dipimpin Fuad Muhammadi pun ditunda pekan depan dengan pembacaan nota pembelaan.

Baca Lainnya