Kamis, 5 Oktober 2017 18:02

Come Back Iyus ke Dunia Hitam, Disambut Timah Panas Polisi

Reporter : Fery Bangkit 
Dua pelaku Curanmor ditangkap jajaran Satreskrim Polres Cimahi di Cianjur.
Dua pelaku Curanmor ditangkap jajaran Satreskrim Polres Cimahi di Cianjur. [limawaktu]

Limawaktu.id, - Sempat mengklaim vakum empat bulan, YS alias Iyus (34), spesialis pencurian motor akhrinya dilumpuhkan Sat Reskrim Polres Cimahi dengan timah panas. 

"Saya udah 4 (empat) bulan berhenti," ucap Iyus  di Mapolsek Cimahi, Jalan Amir Mahmud, Kamis (5/10/2017). 

Menurut Kapolres Cimahi, AKBP Rusdy Pramana Suryanagara, penangkapan terhadap pelaku YS dan rekannya AS (34), berawal dari laporan masyarakat yang resah karena perbuatan keduanya.

Setelah melakukan penyelidikan selama beberapa waktu, akhirnya pihak kepolisian dapat mengamankan kedua tersangka di sekitar kawasan Villa Strawberry di Cianjur pada Rabu (4/10) dini hari.

"Kedua tersangka merupakan residivis, AS ini sudah dua kali keluar masuk sel, sedangkan YS baru satu kali. Karena saat diamankan tersangka melakukan perlawanan maka diambil tindakan tegas dan terukur," ujar Rusdy saat gelar perkara di Mapolres Cimahi, Jalan Jend. Amir Machmud, Kota Cimahi, Kamis (5/10/2017).

Dari hasil pengembangan yang dilakukan Satreskrim Polres Cimahi, kedua pelaku mengaku sudah melakukan aksi kriminalnya sebanyak 15 kali di wilayah hukum Polres Cimahi dan enam kali di luar Cimahi.

"Saat ini masih dalam pengembangan. Karena masih ada kemungkinan didapatkan tersangka lain dengan TKP-TKP lainnya juga," tambahnya.

Dikatakannya, kedua pelaku yang membekali diri dengan senjata tajam jenis golok, tak segan melukai bahkan menghabisi korbannya. Kendati demikian, Rusdy mengklaim hingga saat ini belum ada korban luka atau meninggal atas tindakan pelaku.

"Mereka bersama-sama berboncengan. Salah satunya melakukan pengamatan sebelum melakukan pencurian. Kalau terancam mereka akan mengancam korban secara bersama-sama," paparnya.

Rusdy menyebutkan, dari hasil kejahatannya, pelaku biasanya menjual barang hasil curian ke beberapa daerah, diantaranya  Sukabumi, Cimahi, dan Cirebon dengan harga bervariasi antara Rp 2 juta sampai Rp 3 juta per unit.

"Kita juga akan telusuri apakah ada penadah untuk barang hasil curian mereka. Barang-barang dari para pelaku ini juga kadang dijual per bagiannya secara terpisah, tapi seringnya dalam kondisi utuh," ucapnya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan  selama tujuh tahun. (kit)*

Baca Lainnya