Kamis, 19 Oktober 2017 12:47

BKIPM Jabar Musnahkan 40 Kg Kerupuk Ikan Ilegal Asal Malaysia

Reporter : Fery Bangkit 
Pemusnahan 40 Kg kerupuk ikan ilegal asal malaysia, di kantor BKIPM Jawa Barat Jalan Ciawitali, Kota Cimahi, Kamis (19/10/2017)
Pemusnahan 40 Kg kerupuk ikan ilegal asal malaysia, di kantor BKIPM Jawa Barat Jalan Ciawitali, Kota Cimahi, Kamis (19/10/2017) [limawaktu]

Limawaktu.id, - Sebanyak 40 kilogram kerupuk ikan ilegal asal Malayasia dimusnahkan Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Jawa Barat pada Kamis (18/10/2017).

Pemusnahan dilakukan di kantor BKIPM Jawa Barat Jalan Ciawitali, Kota Cimahi dengan menghadirkan pihak Bea Cukai Bandung, Kantor Imigrasi Bandung, BPOM Bandung serta Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung.

“Kita memusnahkan kerupuk ikan ilegal sebanyak 40 kiligram asat sekitar Rp 5 juta yang dibawa Warga Negara Asing (WNA) masuk lewat Bandara Husein Sastranegara tanpa dokumen, tidak berlabel dan tidak dilaporkan ke Badan Karantina Ikan,” beber Kepala BKIPM Jawa Barat, Dedy Arief Hendriyanto.

Dia menuturkan, tanggal 3 Oktober 2017 sekitar pukul 13.30 WIB, petugas Bandara Husein Sastranegara Bandung melaporkan produk perikanan ilegal WNA asal Malaysia bernama Nazrul Hilmy bin Solehudin.

Setelah dilakukan pengecekan, selain pemilik tidak dapat menunjukan dokumen, jumlah barang bukti berupa kerupuk ikan ilegal juga melebihi bobot, yang telah diatur dalam Peraturan Menteri No. 74 tahun 2016 tentang Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil dan Keamanan Hasil Perikanan yang Masuk Kedalam Wilayah Republik Indonesia.

“Bobotnya itu sudah melebihi nominalnya. Produk hasil perikanan yang dibawa itu paling banyak 25 kilogram,” ujar Dedy.

Selanjutnya, kata Dedy, pihaknya akan melakukan uji labolatorium, dengan melibatkan BPOM Bandung.

“Kami khawatir jika ada zat berbahaya jika dikonsumsi manusia. Kami akan uji labolatorium, kita akan analisa secara labolatirum” ucapnya. (kit)*