Rabu, 19 September 2018 13:20

Bepredikat JC, Mantan Kabid Perizinan Kab Subang Dituntut 5 Tahun Penjara

Reporter : Fery Bangkit 
Sidang kasus suap proses perizinan di Kabupaten Subang, dengan terdakwa Asep Santika di Pengadilan Tipikor pada PN Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (19/9/2018).
Sidang kasus suap proses perizinan di Kabupaten Subang, dengan terdakwa Asep Santika di Pengadilan Tipikor pada PN Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (19/9/2018). [Fery Bangkit / Limawaktu]

Limawaktu.id - Mantan Kepala Bidang Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kab Subang, Asep Santika dituntut hukuman lima tahun penjara, denda Rp 200 juta, subsider kurungan tiga bulan oleh JPU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu terungkap dalam dakwaan kasus dugaan suap proses perizinan di Kabupaten Subang, dengan terdakwa Asep Santika di Pengadilan Tipikor pada PN Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (19/9/2018).

Dalam tuntutannya, JPU KPK Yadyn menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi, yakni menerima imbalan sebagaimana diatur dalam dakwaan pertama, yakni pasal 12 hurup a undang-undang Tipikor.

"Menjatuhkan pidana hukuman penjara lima tahun, denda Rp 200 juta, subsider kurungan tiga bulan," katanya.

Sebelum membacakan tuntutannya, Yadyn juga menyebutkan hal yang memberatkan dan meringankan sebagai bahan pertimbangan. Untuk yang memberatkan perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam menindak tindak pidana korupsi.

Sementara untuk yang meringankan, terdakwa mengakui semua perbuatan dan menyesalinya, bersikap sopan, belum pernah dihukum, dan mempunyai tanggungan keluarga.

Selain itu, Asep Santika juga dinyatakan KPK sebagai Justice Collaborator (JC) atau pelaku yang bekerjasama mengungkap pelaku lainnya.

Asep Santika bersama-sama dengan Imas Aryumningsih menerima uang Rp 1 miliar lebih dari 19 perusahaan yang mengajukan proses perizinan di Kabupaten Subang.  Atas tuntutan tersebut, terdakwa dan kuasa hukumnya akan mengajukan pledoi, sidang pun ditunda pekan depan dengan agenda pledoi.

Baca Lainnya