Selasa, 10 Oktober 2017 17:49

Bawa Senjata Tajam, Puluhan Siswa Digelandang ke Polres Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Puluhan siswa yang membawa senjata tajam tengah menjalani pendataan di Mapolres Cimahi
Puluhan siswa yang membawa senjata tajam tengah menjalani pendataan di Mapolres Cimahi [Limawaktu]

Limawaktu.id - Tantan Setia (17), siswa SMK Ciliwangi Cianjur mengaku, senjata tajam jenis cerulit   yang ia bawa menuju Pantai Pangandaran hanya untuk berjaga-jaga, ditakutkan ada sekolah lain yang menyerang. 

Tantan, Warga Kp. Curug Satu, RT 02/04, Desa Sukajaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur hendak pergi ke Pangandaran, bersama 26 siswa lainnya.  

Selain Tantan, ada 10 siswa lain yang membawa senjata tajam, seperti cerulit, golok dan gear motor. Namun, sebelum sampai ke Pangandaran, ke-27 siswa tersebut terlebih dulu diamankan jajaran Polres Cimahi sekitar pukul 13.00 WIB di pintu Tol Padalarang, Bandung Barat. 

“Mau ke Pangandaran liburan. Tadi bawa arit (celurit) buat jaga-jaga takut ada yang nyerang. Kalau tawuran mah belum pernah,” ujarnya, saat ditemui di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Mahmud, Selasa (10/10/2017). 

Dikatakannya, senjata tajam yang ia bawa ialah milik orang tuanya. “Bapak mah gak tau,” ucap siswa kelas I tersebut. 

Para siswa, yang merupakan kelas I dan II di SMK Siliwangi, Cianjur berangkat dari Cianjur menumpangi kendaraan truk. Rencananya, kata dia, dari Padalarang, mereka akan naik bus tujuan Pangandaran. 

“Orang tua tau, bilang hati-hati. Saya dikasih uang Rp 50 ribu. Kalau sekolah gak tau,” ujarnya. 

Saat ini, puluhan siswa tersebut tengah menjalani pendataan di Mapolres Cimahi. Rencananya, setelah didata, mereka akan dikembalikan kepada para orang tuanya.  

“Sementara akan didata, tentu kami upayakan menghubungi sekolah dan orang tua. Kita pembinaan saja,” ujar Kepala Bagian Operasi (KBO) Sat Reskrim Polres Cimahi, Iptu Wasiman. (kit)