Jumat, 24 Agustus 2018 18:15

Baru Keluar, Bandit HP Kembali Masuk Bui

Reporter : Fery Bangkit 
Yayan Saefulloh (21), Pelaku Pencurian HP Saat di Unit Reskrim Polsek Cimahi Selatan
Yayan Saefulloh (21), Pelaku Pencurian HP Saat di Unit Reskrim Polsek Cimahi Selatan [Fery Bangkit/limawaktuid]

Limawaktu.id, - Bandit spesialis pencurian handphone, Yayan Saefulloh (21) ditangkap jajaran Unit Reskrim polsek cimahi Selatan belum lama ini.

Lebih parahnya lagi, bandung handphone tersebut ternyata baru keluar beberapa hari lalu atas kasus yang sama.

Baca Juga : Tahu Video 'Pengutilan' Viral, Pelaku Panik dan Buang Barang Bukti

Kapolsek Cimahi Selatan, AKP Sutarman mengatakan, modus tersangka ini cukup unik. Tersangka biasanya menyasar rumah atau kontrakan warga dengan cara merusak pintu rumah, lalu mengambil barang berharga.

"Dia masuk rumah orang saat melakukan kejahatan. Baru 4 (empat) hari keluar penjara sudah ditangkap lagi untuk Kasus serupa," ujar Sutarman, Jumat. (24/8/2018).

Baca Juga : Barang Curian Dijual Online, 3 Pelakunya Diciduk Polisi Saat Curi Ban Motor

Aksi Yayan terhenti setelah melakukan pencurian HP di Gang Nurul Huda 2 RT 1 RW 7 Kel. Cibeureum Kec. Cimahi Selatan Kota Cimahi. Saat itu, dia bersama tersangka Deni alias Kapot melancarkan aksi mencuri HP saat berboncengan mengenakan sepeda motor.

Tersangka Deni masuk ke dalam rumah yang ditinggal korban yang mengantar anak sekolah dalam kondisi tak terkunci karena jarak yang dekat, Yayan menunggu di luar rumah sambil melakukan pengawasan.

Baca Juga : Modus 'Garong' di Cimahi:Naik Angkot Lalu Curi Motor

"Dia dapat 2 unit HP Milik korban. Dalam aksinya dia berdua, rekannya berhasil kabur sehingga Kami masukkan daftar pencarian orang (DPO)," kata Sutarman.

Yayan kerap menggunakan kunci roda sebagai alat untuk mencongkel jendela atau pintu rumah korban. Barang bukti yang diamankan di antaranya dua unit telefon genggam dan sepeda motor yang dipergunakan saat melakukan aksi.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan (Curat). "Ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun penjara," pungkasnya.

Baca Lainnya