Selasa, 21 Agustus 2018 17:24

Baku Tembak Polisi dengan Bandit Ternak di Gerbang Tol Padalarang

Reporter : Fery Bangkit 
Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Niko N Adiputra saat Mengintrogasi Bandit Hewan Ternak di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Mahmud, Selasa (21/8/2018).
Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Niko N Adiputra saat Mengintrogasi Bandit Hewan Ternak di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Mahmud, Selasa (21/8/2018). [Fery Bangkit / Limawaktu]

Limawaktu.id - Para bandit spesialis pencurian hewan ternak di wilayah hukum Polres Cimahi semakin berani dan nekat. Bahkan, mereka tak segan adu tembak dengan polisi.

Seperti kejadian pencurian dengan kekerasan hewan ternak jenis domba di Jln. Terusan Cicukang, Kp. Melayu RT 01/03 Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Kamis (8/8/2018) sekitar pukul 04.30 WIB.

Baca Juga : Jelang Idul Adha, Komplotan Pencuri Hewan Qurban Ditembak Petugas Kepolisian di Gerbang Tol Padalarang

Saat kejadian, pelaku menodongkan senpi mainan kepada korban. Kemudian membawa hewan ternak tersebut menggunakan sebuah kendaraan roda dua. Total ada 10 ekor domba yang dibawa pelaku, dengan total kerugian mencapai Rp25.000.000.

Mendapat laporan dari korban bernama Hadori Ahmad Riyansyah, jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cimahi langsung bergerak melakukan pengembangan. Tanggal 10 Agustus, petugas kepolisian mulai membuntuti terduga pelaku pencurian hewan ternak.

"Menurut keterangan saksi, pelakunya lebih dari 2 (dua) orang," kata AKP Niko N Adiputra, Kasatreskrim Polres Cimahi saat ditemui di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Mahmud, Selasa (21/8/2018).

Selang lima hari, tepatnya Kamis (16/8/2018), akhirnya jajaran Satreskrim melakukan penangkapan. Lokasi Tempat penangkapan sekitar 100 meter dari Gerbang Tol (GT) Padalarang, Kabupaten Bandung Barat atau di persimpangan ruas jalan tol menuju Pasteur (Bandung) dan Purwakarta.

"Di GT Tol Padalarang, dia (pelaku) bablas karena kita tau plat nomor yang digunakan pelaku saat di TKP (tempat kejadian perkara) pencurian," terang Niko.

Petugas pun langsung menghentikan kendaraan para pelaku yang berjumlah lima orang. Kelimanya adalah Wawan, Asep Sukarna alias Kacep, Edi alias Sarap, Kandi dan Samsudin.

Saat diperingatkan untuk menyerah, kelima pelaku malah tak bergeming. Kemudian, polisi mengeluarkan suara tembakan peringatan. Namun tetap kelimanya tak gergeming.

Malah, pelaku melakukan perlawanan dengan melakukan aksi penembakan terhadap petugas. Akhirnya, dengan terpaksa petugas yang berjumlah 12 orang pun melumpuhkan para pelaku dengan cara ditembak.

Sehingga terjadilah aksi saling tembak antara polisi dengan para bandit. Terus melakukan perlawanan dan dianggap membahayakan petugas, akhirnya empat orang pelaku ditembak mati di tempat.

Keempat pelaku yang meninggal adalah Wawan (sopir), Asep Sukarna, Edi dan Kandi. Sedangkan pelaku bernama Samsudin hanya terkena luka tembak di kaki kanannya.

"Disuruh menyerahkan diri malah balas menembak," ucap Niko.

Perlawanan pun berakhir. Semua pelaku berhasil dievakuasi petugas kepolisian. Dari pelaku yang selamat, Satreskrim Polres Cimahi pun langsung mengembangkan kasusnya.

Dari pengembangan, akhirnya petugas berhasil mengamankan pelaku lainnya bernama Dadan, Ridwan alias Iwan Toge dan Asep Rohana. Ketiganya diamankan di daerah Cipatat, Bandung Barat, Garut dan Cimaung.

Dari total delapan pelaku, petugas mengamankan 20 ekor domba ternak dan satu ekor sapi. Saat jumpa pers di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Mahmud, Selasa (21/8/2018), hewan ternak tersebut ditunjukan sebagai barang bukti.

Akibat perbuatannya, pelaku yang masih hidup akan disangkakan Pasal 365 Ayat 1 dan Ayat 2 ke-2e KUHPidana, dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Baca Lainnya