Rabu, 27 September 2017 7:10

Akan Diedarkan di 7 Tempat se Jabar, Ribuan Obat Terlarang Disita Polisi

Reporter : Fery Bangkit 
Kapolres Cimahi, AKBP Rusdy Pramana Suryanagara memperlihatkan barang bukti obat terlarang yang disita.
Kapolres Cimahi, AKBP Rusdy Pramana Suryanagara memperlihatkan barang bukti obat terlarang yang disita. [limawaktu dok]

Limawaktu.id, - Sebanyak 2.000 butir obat terlarang, seperti Tramadol, Exymer, Kataflam, dan Dextrometorphane diamankan jajaran Sat narkoba Polres Cimahi.

Obat-obatan yang termasuk ke dalam kategori obat daftar G (obat keras) itu diamankan dari empat orang tersangka berinisial EA (21) warga Kampung Pameuntasan Kabupaten Bandung, serta DG (20), warga Kabupaten Garut.

EA dan DG diamankan oleh jajaran Satresnarkoba Polres Cimahi di Kampung Tutugan RT 01/06, Desa Cihanjuang Rahayu, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, pada Kamis (21/9) sekitar pukul 12.00.

Keduanya mendapatkan obat-obatan sediaan farmasi itu dari seorang pelaku yang diidentifikasi merupaka warga Makassar yang hingga saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kapolres Cimahi, AKBP Rusdy Pramana Suryanagara, menjelaskan jika obat-obatan yang diamankan dari para pelaku akan diedarkan di tujuh titik di Jawa Barat, dua titik diantaranya berada di wilayah Cimahi.

"Obat-obatan yang kami amankan dari para pelaku itu rencananya akan diedarkan di wilayah Cihanjuang dan Kebon Cau, Cimahi," ujar Rusdy saat gelar perkara di Mapolres Cimahi, Jalan Jend. Amir Machmud, Selasa (26/9/2017).

Rusdy mengatakan, para pelaku menyasar anak usia sekolah yang belakangan menjadi sasaran empuk para pengedar narkoba, dan tentunya masyarakat umum yang memang menjadi pencandu obat-obatan terlarang.

"Harga jualnya ini cukup murah, jadi sangat mungkin dibeli oleh anak-anak usia sekolah. Menurut pelaku, setiap strip obat-obatan itu ada yang dijual seharga Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu," bebernya.

Selain mengamankan EA dan DG, dua hari sebelumnya Satresnarkoba turut mengamankan dua orang pelaku pengedar obat sediaan farmasi di wilayah Cililin, Kabupaten Bandung Barat.

Pelaku berinisial AP (23) dan TN (28) diamankan pada hari Selasa (19/9) sekitar pukul 21.30 di Pom Bensin BBS, Jalan Raya Cipatik, Desa Cipatik, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat.

Dari tangan AP dan TN, Satresnarkoba mengamankan 157 strip atau 1570 butir tablet jenis Tramadol yang dibungkus dalam sebuah kantong keresek.

Untuk mempertanggubgjawabkan tindakannya, keempat pelaku dijerat dengan pasal 196 ayat (1) jo Pasal 98 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

"Para pelaku saat ini sudah berada di ruang tahanan Mapolres Cimahi. Ancaman hukumannya maksimal 10 tahun kurungan," pungkas Rusdy. (kit)

Baca Lainnya