Rabu, 18 Juli 2018 12:43

1.500 Liter Tuak Gagal Edar di Kabupaten Bandung

Reporter : Fery Bangkit 
Barang bukti pengiriman 50 jerigen tuak yang digagalkan oleh Tim Intel Korem 062 Tarumanegara.
Barang bukti pengiriman 50 jerigen tuak yang digagalkan oleh Tim Intel Korem 062 Tarumanegara. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Tim Intel Korem 062 Tarumanegara menggagalkan pengiriman 1.500 liter tuak dari Sukabumi, yang rencananya hendak diedarkan di wilayah Kabupaten Bandung.

Penggagalan yang dilakukan pada Selasa (17/7/2018) sekitar pukul 17.00 WIB di daerah Cipangisikan, Rancabali, Ciwideuy, Kabupaten Bandung Barat bermula saat Tim Intel Korem 062 Tarumanegara mendapat informasi dari masyarakat adanya pengiriman tuak dari Sukabumi.

Baca Juga : Warung Diduga Jual Miras di Cigugur Tengah Bikin Resah Warga

Kemudian, berdasarkan laporan tersebut, sekitar sembilan anggota Intel Korem 062 Tarumanegara langsung melaksanakan penyelidikan dan pengintaian. Saat anggota melakukan patroli, petugas menghentikan kendaraan box yang dicurigai membawa tuak.

"Kita tadi lagi perjalanan, curiga tercium bau tuak. (Setelah diperiksa) alhamdulillah bisa terungkap. Isinya 50 jerigen tuak," terang Komandan Unit 2 Tim Intel Korem 062 Tarumanegara, Pelda Anung Affandi usai menyerahkan puluhan jerigen tuak itu kepada Satpol PP Kab Bandung di Makodim 0609/Kab Bandung, Jln. Gatot Subroto Kota Cimahi, Selasa (17/7/2018) malam.

50 jerigen tuak itu dikirim melalui jasa kurir yang berjumlah tiga orang. Rencananya, tuak tersebut dikirim dari Sukabumi ke gudang di wilayah Kabupaten Bandung.

"Kurir hanya dibayar Rp 100 ribu" beber Anung.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Kabupaten Bandung, Oki Suyatno menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti kasus pengiriman tuak ini. Sebab, kata dia, kasus peredaran minuman beralkohol di wilayahnya melanggar Perda Nomor 9 Tahun 2010.

"Terhadap pelaku kita akan lakukan pemeriksaan," tegasnya.

Diakui Oki, pihaknya kesulitan mengusut tuntas peredaran minuman keras, termasuk tuak di Kabupaten Bandung. Pasalnya, pemasok minuman tersebut berasal dari luar wilayah Kabupaten Bandung.

"Kalau produsennya di Kabupaten Bandung kita bisa tindak langsung," tegasnya.

Untuk mencegah peredaran miras dari luar wilayah, lanjut dia, perlu ada kerja sama antar daerah.

Baca Lainnya