Jumat, 5 Oktober 2018 11:07

Wakil Wali Kota Cimahi jadi Pedagang Sayuran

Reporter : Fery Bangkit 
Wakil Wali Kota Cimahi Ngatiyana Didampingi Plt Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi, Huzein Rachamdi Saat Meninjau 'Bazar Pangan' di Selasar Gedung B Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Jum'at (5/10/2018).
Wakil Wali Kota Cimahi Ngatiyana Didampingi Plt Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi, Huzein Rachamdi Saat Meninjau 'Bazar Pangan' di Selasar Gedung B Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Jum'at (5/10/2018). [Fery Bangkit/limawaktuid]

Limawaktu.id, Cimahi - Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana meninjau langsung pelaksanaan Bazar Pangan Segar 'Cimahi Agrimarket' di Selasar Gedung B Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Demang Hardjakusumah, Jum'at (5/10/2018).

'Cimahi Agrimarket' yang kedua ini digelar dalam rangka Hari Tani Nasional ke-58 dan Hari Pangan Sedunia ke-38 Tingkat Kota Cimahi.

Baca Juga : Pemkot Cimahi gelar 'Cimahi Agri Market' Harga Dibawah Pasar

Berdasarkan pantauan, ada berbagai macam jenis pangan yang tersedia dan dijual bebas bagi konsumen dalam bazar tersebut. Di antaranya beras, bawang merah, minyak goreng, ikan dan sayuran jenis lainnya. Harga jualnya pun lebih murah dibandingkan harga di pasar.

Ngatiyana pun menyempatkan maninjau satu per satu jenis pangan yang diperdagangkan. Orang nomor dua di Kota Cimahi itu pun sempat dikira pedagang oleh salah seorang konsumen.

Baca Juga : Rantai Distribusi Bikin Buntung Petani Cimahi

Usai peninjauan, Ngatiyana mengapresiasi bazar pangan murah ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Khususnya dalam pengembangan pangan lokal.

"Yang kita priotitaskan petani, peternak Cimahi. Kita juga kerja sama dengan luar Cimahi," katanya.

Harga pangan yang dijual dalam bazar kali ini lebih murah dari harga di pasaran. Contohnya, bawang merah yang hanya dijual Rp21.000/kg, lebih murah Rp2.000 dibandingkan harga di pasar. Total bawang yang dijual kali ini mencapai 90kg.

Kemudian, ada beras medium yang dijual Rp8.800/kg lebih murah Rp700 dari pada harga di lapangan. Kemudian, ada juga telur ayam yang dijual Rp22.000/kg, lebih murah Rp1.500 dari harga di pasar.

Dikatakannya, digagasnya bazar pangan ini berdasarkan permasalahan gejolak harga pangan di lapangan dan sebagai upaya pengendalian harga agar sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah.

Sasaran dari bazar pangan murah ini adalah masyarakat umum, para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pata Tenaga Harian Lepas (THL) yang bekerja di Pemkot Cimahi.

"PNS itu ada sekitar 1.000, ditambah THL. Terus ada yang senam juga," kata Plt. Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi.

Ketika disinggung soal keuntungan, Huzen menegaskan bahwa jual beli pangan dalam bazar ini sebagai alat untuk mencari keuntungan. Tujuannya, pihaknya hanya ingin memberdayakan para petani, khususnya petani lokal. Sebab, mereka sendiri yang mengelola hasil bazar ini.

Baca Lainnya