Jumat, 24 November 2017 10:49

UMKM Kab. Bandung Terdampak Banjir, Kerugian Hingga Miliaran Rupiah

Ditulis Oleh Yulie Kusnawati
Pasar Dayeuhkolot terlihat sepi disaat banjir
Pasar Dayeuhkolot terlihat sepi disaat banjir [Limawaktu]

Limawaktu.id - Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merugi hingga miliaran rupiah, diakibatkan banjir yang kerap terjadi disejumlah wilayah di Kabupaten Bandung, pasalnya banyak aktivitas UMKM yang berada lokasi banjir tidak bisa beroperasi dan pengiriman barang terhambat.

Ketua Bidang UMKM Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bandung, Yus Hermasyah mengatakan, banjir yang merendam beberapa daerah di Kabupaten Bandung ini menyebabkan lumpuhnya perekonomian rakyat atau UMKM. Diperkirakan, kerugian dari banjir itu mencapai miliar rupiah. Perkiraan ini dilihat dari beberapa sektor real, seperti pasar tradisional yang lumpuh di Baleendah, Dayeuhkolot, Rancaekek dan beberapa pasar lainnya. Selain itu, banyak juga industri rumahan yang tak beroperasi, bahkan mengalami kerugian akibat alat produksi dan bahan baku miliknya rusah terendam air.

"Seperti di pasar tradisional di Baleendah dan Dayeuhkolot para pedagang tak bisa jualan. Karena memang selain pasarnya terendam konsumen juga enggak ada yang datang, akhirnya dagangan mereka busuk. Produsen UMKM seperti konveksi pakaian jadi dikawasan Cicalengka yang berbatasan Rancaekek, disana yang saya tahu saja ada sekitar 800 an usaha konveksi yang mesin jahit dan kain bahan bakunya rusak teremdam air," kata Yus saat ditemui Limawaktu.id, Kamis (23/11/2017).

Dampak tak beroperasinya kegiatan usaha masyarakat itu, lanjut Yus, tak hanya merugikan para pemilik usahanya saja. Melainkan juga berdampak kepada para pekerja serta pihak lain yang saling berkaitan dengan suatu jenis usaha, seperti suplayer bahan baku, pemasaran, transportasi dan lainnya. Jadi memang, banjir di Kabupaten Bandung ini berdampak kerugian kepada UMKM serta berbagai jenis usaha dalam skala mengengah dan besar.

Selain itu, kata Yus, usaha pertanian dan peternakan rakyat pun turut merugi. Sawah yang baru memasuki musim tanam tergenang air dan tanamannya rusak. Sedangkan untuk peternakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, banyak ternak domba milik warga yang hanyut dan mati. Hal ini tentu saja menimbulkan kerugian bagi para petani dan peternak yang merupakan bagian dari pelaku UMKM.

"Masalah ini yang harus dipikirkan oleh Pemkab Bandung. Untuk segera mencari jalan keluar yang komprehensif dan bersifat permanen. Karena banjir yang terus berulang ini merugikan banyak pihak," paparnya. (lie)*