Kamis, 19 Oktober 2017 15:52

Ternyata Puluhan Sapi di Cimahi Ikut Asuransi

Reporter : Fery Bangkit 
Mita Mustikasari, Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Cimahi.
Mita Mustikasari, Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Cimahi. [Limawaktu]

Limawaktu.id, - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Cimahi menyebutkan, sebanyak 62 sapi sudah tercover dalam asuransi Usaha ternak Sapi (AUTS).

Mita Mustikasari, Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Cimahi mengatakan, di Cimahi ada sekitar 300 ekor sapi. Namun yang masuk asuransi baru 62 ekor.

“Tahun 2016 kuota yang kita ajukan 62 ekor dari 16 peternak. Kalau total peternaknya ada 72 orang, total sapinya sekitar 300 ekor,” terangnya, saat ditemui di Perkantoran Pemerintah Kota Cimahi, Jalan Rd. Demang Hardjakusumah, Kamis (19/10/2017).

AUTS merupakan program Kementrian Pertanian Republik Indonesia, yang dikerjasamakan dengan PT Jasindo. Program asuransi ternak sapi itu dimulai sejak tahun 2017.

Program ini dimaksudkan untuk mengurangi resiko masyarakat dalam pengembangan ternak sapi. Asuransi ternak sapi difokuskan pada perlindungan dalam bentuk ganti rugi kepada peternak bila terjadi kematian sapi karena penyakit, kecelakaan atau hilang akibat aksi pencurian.

Asuransi yang harus dibayarkan per tahun untuk satu ekor sapi sebesar Rp. 200.000. Namun, peternak sapi cukup hanya membayar Rp 40.000 saja. Sebab, sisa pembayaran asuransi sebesar Rp160.000 sudah disubsidi oleh pemerintah pusat.

“Keuntungannya itu kalau misalkan mati, kalau hilang ada penggantinya sebesar Rp 10 juta,” ujar Mita.

Hingga saat ini, lanjut Mita, baru ada dua ekor sapi yang mengurus klaim asuransi sapi. “Kalau yang mati 1 (satu) sudah diganti rugi, 1 (satu) ekor lagi kehilangan masih diurus,” bebernya.

Dikatakan Mita, Pemerintah Kota Cimahi mendorong semua peternak sapi agar masuk dalam program asuransi sapi ternak.

Untuk itu, kata dia, saat ini pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada para peternak mengenai program asuransi dan manfaat yang bisa didapat dari peternak.

“Masih terus kita sosialisasi, inginnya sih semua ternak bisa diasuransikan. Mudah-mudahan dengan ada sosialisasi, mereka bisa menyadari betapa pentingnya asuransi,” katanya.

Selain itu, kata Mita, pihaknya masih terus melakukan verifikasi dan pendataan sapi di Cimahi. Setelah selesai, data tersebut akan diajukan kepada Kementrian Pertanian.

“Secepatnya kita ajukan lagi. Kita kan hanya mengajukan. Tapi kalau kuotanya tergantung kemampuan keuangan negara,” tandasnya.(kit)*

 

Baca Lainnya