Senin, 5 Februari 2018 14:44

Tak Kuasa Terus di PHP Soal UMSK, Buruh di KBB Rencanakan Nginap di Kantor Bupati

Reporter : Fery Bangkit 
Demo Buruh
Demo Buruh [Limawaktu]

 

Limawaktu.id - Para buruh di Kabupaten Bandung Barat (Kbb) menuntut Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi KBB untuk membuat komitmen tertulis dan tidak membohongi buruh lagi dalam penetapan Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK).

Buruh sudah nampak muak karena kerap diberi janji-janji palsu dan angin surga yang membuat pekerja jadi terbuai. Padahal pemerintah pusat memberi deadline pengajuan.

UMSK kabupaten/kota paling lambat bulan depan.

Tuntutan itu dilakukan langsung para buruh yang tergabung dalam federasi serikat pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman (RTMM) KBB di kantor Bupati Bandung Barat, Jln. Ngamprah, Senin (5/2/2018). 

Mereka menuntut segera diberlakukannya penetapan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) yang harus ditetapkan sebelum Maret 2018.

Sekretaris PC FSP RTMM SPSI Adi Gumelar mengatakan, aksi akan dilakukan hingga empat hari menginap di Kantor Pemkab. Aksi dilakukan hingga ada surat kesepakatan penerapan UMSK oleh Bupati Bandung Barat Abubakar.

"Kita lihat kerja dinas tidak benar, satu-satunya yang dapat dipercaya jika Bupati datang dan mengeluarkan Surat Keputusan UMSK," tegasnya

Menurutnya selama ini pembahasan UMSK selalu ditunda-tunda oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi KBB Iing Solihin. Padahal Bupati Abubakar sudah memberikan lampu hijau agar UMSK di KBB segera ditetapkan. 

Padahal pihaknya hanya meminta UMSK diterapkan bagi perusahaan yang sudah siap khususnya yang ada di sektor RTMM. Di KBB tercatat ada lima perusahaan yang sudah mapan dan mampu memberlakukannya UMSK karena ISO-nya sudah 22.000. Seperti PT Ultra Jaya, Indofood Nutrisi, Indofood Noodle, Kraft, dan PT Sanwa.

"Empat tahun pembahasan, bahkan sampai ganti kepala dinas tenaga kerja selalu mentok. Kami menilai kepala dinasnya tidak kooperatif dan selalu membenturkan aspirasi pekerja dengan aspek teknis," tuturnya.

Baca Lainnya