Rabu, 17 Januari 2018 19:16

Surat Edaran Aksi Mogok Pedagang Ayam Tembus ke Presiden Jokowi

Ditulis Oleh Fery Bangkit 
Seorang pedagang memperlihatkan surat edaran aksi mogok dagang mulai hari Jum'at, 19 Januari pukul 05.00 WIB hingga Minggu, 21 Januari pukul 18.00 WIB.
Seorang pedagang memperlihatkan surat edaran aksi mogok dagang mulai hari Jum'at, 19 Januari pukul 05.00 WIB hingga Minggu, 21 Januari pukul 18.00 WIB. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Sejak tahun baru 2018, harga daging ayam di sejumlah daerah masih tergolong tinggi. Ditingkat pedagang, harga masih bertahan diangka Rp 38.000-40.000/kilogram.

Sementara ditingkat perusahaan peternak, harga mencapai Rp23.000/kilogram. Tingginya harga ayam tersebut menuai protes dari Persatuan Pasar dan Warung (PESAT) Jawa Barat.

Menurut Ketua Koperasi PESAT Bakti Bangsa, Iim Ruhimat, permasalahan tingginya harga daging dikarenakan ada permainan harga ditingkat perusahaan peternak ayam.

"Jelas mereka yang memainkan harga," kata Iim saat dihubungi via telepon, Rabu (17/1/2018).

Padahal, tegas Iim, tahun 2015 lalu sempat ada penandatanganan Memorendum of Understanding (MoU), yang menyatakan bahwa harga daging ayam ditingkat peternak maksimal diangka Rp20.000/kilogram. Namum kenyataanya, harga ditingkat perusahaan peternak sekarang mencapai Rp23.000/kilogram.

"Seharunya mereka (peternak) jangan terlalu melambung, udah ikuti aja kesepakatan maksimal Rp 20 ribu," kata Iim.

Selain itu, lanjut Iim, seharusnya pemerintah pusat memiliki komitmen untuk mengendalikan harga daging ayam. Bila ada kenaikan tinggi seperti ini, pemerintah harus berani menegur para pengusaha peternak ayam.

"Kalau ada kenaikan lebih dari Rp 20 ribu, panggil PT (peternak), diaudensi sama pemerintah. Jangan sampai kita dengan PT seperti diadu, kita kan mitra," ungkapnya.

Sebagai bentuk protes tingginya harga daging ayam, rencananya para pedagang ayam di pasar tradisional di Jawa Barat akan menggelar aksi mogok dagang mulai hari Jum'at, 19 Januari pukul 05.00 WIB hingga Minggu, 21 Januari pukul 18.00 WIB.

Aksi mogok berjualan tertuang dalam surat edaran nomor 001/SE/PESAT/I/2018. Surat tersebut ditembuskan hingga Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.