Senin, 18 Desember 2017 19:19

Sering Macet, Hunian Hotel di Lembang Turun Drastis

Reporter : Fery Bangkit 
Illustrasi
Illustrasi [Pixabay]

Limawaktu.id - Kemacetan parah yang kerap terjadi saat akhir pekan dan libur panjang di wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat berdampak langsung terhadap sektor pariwisata.

Berdasarkan data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bandung Barat, tercatat okupansi hunian hotel terus merosot hingga 50% dalam kurun tiga tahun terakhir.

"Okupansi hotel Turun drastis karena Macet di Lembang. Jika akhir tahun ini minimal bisa tembus 70 % saja sudah sangat bagus," kata Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) PHRI Bandung Barat, Samuel Setiadi, Senin (18/12/2017).

Dikatakannya, sebelum kemacetan parah terjadi, wisatawan sampai lebih dari tiga hari menghabiskan waktu menginap di Lembang, namun kini rata-rata mereka hanya menginap satu hari saja.

"Nginap di Lembang hanya untuk mengunjungi objek Wisata. Dari pada lama-lama terjebak macet di jalan, banyak wisatawan yang malah berpindah ke hotel di Kota Bandung," ujarnya.

Selain akibat kemacetan, turunnya okupansi hotel juga karena faktor cuaca ekstrem selama bulan Desember ini. Sehingga wisatawan lebih menunggu cuaca kembali normal.

"Ada yang sudah booking tapi dicancel gara-gara angin kencang kemarin. Tapi sekarang setelah masuk libur panjang anak sekolah, ada peningkatan lagi meski angkanya masih jauh dari yang diharapkan, kira-kira baru sekitar 40 %," bebernya.

Untuk meningkatkan okupansi hotel dan penginapan hingga jelang pergantian tahun, setiap perusahaan telah memiliki strategi.

Misalnya di Hotel Bumi Makmur Indah, pihak pengelola membuka database tamu yang sudah menginap di hotelnya serta melakukan promo di website maupun spanduk.

"Masing-masing perusahaan sudah punya strategi. Mudah-mudahan okupansi terus meningkat jelang Natal dan Tahun Baru," ucapnya.

Agar sektor pariwisata, khususnya okupansi hotel bisa kembali menggeliat, dia berharap pemerintah mencari solusi dalam mengatasi kemacetan di Lembang. Caranya bisa dengan membangun sarana transportasi publik atau lainnya.

"Pertumbuhan kendaraan tak sebanding dengan kapasitas jalan yang masih itu-itu saja sehingga kemacetan parah pasti sering terjadi di wilayah Lembang. Untuk itu, kami harapkan solusi pemerintah untuk mengatasi masalah ini," lanjutnya. (kit)

Baca Lainnya

Rustan Abubakar Al Iskandari
Rustan Abubakar Al Iskandari

Hadduuuuh

18 Desember 2017 23:49 Balas