Selasa, 17 Oktober 2017 10:37

Sempat Menjadi Buruh, Desi Berjuang Meraih Sukses

Reporter : Jumadi Kusuma
Desi Mulyani, pemilik brand Gumeulis Echi menunjukan produknya.
Desi Mulyani, pemilik brand Gumeulis Echi menunjukan produknya. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Siapa sangka jika seorang mantan buruh di Purwakarta ini mampu merubah nasib dengan usaha kuliner yang dilakoninya. Berbekal tekad dan keinginan yang kuat, akhirnya pemilik brand GUMEULIS ECHI, yang memproduksi Seblak Kering, Seblak Basreng dan Tahu Juralit bisa hidup mandiri.

Kepada limawaktu.id, diapun berkisah. Pada 2013 Desi Mulyani warga Kampung Gerang Desa Citapen Kecamatan Cihampelas ini hijrah dari kampung halamannya ke Purwakarta dan bekerja sebagai buruh pabrik garmen dengan penghasilan pas-pasan untuk sekedar bertahan hidup.

Dikatakannya, upah yang didapat sebagai buruh tidak bisa dinikmati sendiri, ia harus berbagi dengan orangtuanya dan membiayai anaknya yang menderita penyakit komplikasi.

Alhasil sisa berbagi itu hanya satu juta perbulan untuk biaya hidup, ngontrak rumah dan untuk biaya makan sehari-hari.

“Menghemat pengeluaran adalah satu-satunya cara untuk bertahan hidup, Saya kurangi menu lauk pauk dan diganti dengan panganan seblak yang saya buat sendiri. Nasi dan seblak menjadi makanan pokok sehari-hari selama hampir dua tahun,” kenang Desi.

Suatu saat temannya, kata Desi, mencicipi seblak buatannya dan merasakan sensasi yang berbeda, dengan sistem MLM (Mulut Lewat Mulut) akhirnya seblak made in Desi semakin banyak yang pesan. Desi mulai memproduksi seblak yang dijual seharga lima ratus rupiah perbungkus dengan kemasan sederhana dibungkus plastik.

Pada 29 Januari 2015, Desi memutuskan pulang kampung dan mulai berwirausaha memproduksi seblak dan dijual ke teman, tetangga, warung dan sekolah disekitar rumahnya.

"Dengan modal awal hanya lima puluh ribu rupiah, saat itu keuntungan yang didapat belum bisa dinikmati tetapi ditambahkan kemodal sampai nilainya semakin membesar" beber Desi.

Untuk menutupi kebutuhan hidupnya, selain memproduksi Seblak, Desi mengajar privat bimbel dan merias pengantin.

Dibawah binaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Citapen Berkah, Desi menambah pengetahuannya, dengan berbagai program pelatihan seperti marketing online dan cara membuat kemasan yang bagus, diterapkan untuk produknya hingga berhasil meraih penghargaan TBM Terkreatif 2017 dari Bupati KBB.

Tak hanya itu, Desi bergabung dengan Komunitas Cililin Chanel untuk memperluas jaringan bisnisnya. Kini, badai itu telah berlalu, Desi mulai menikmati hasil jerih payahnya. Usahanya mulai berkembang dan telah memiliki enam belas reseler di Bandung Raya, Jakarta, Bogor, Karawang, Bekasi, Lampung, Mataram, Bali dan Kalimantan bahkan diluar negeri Ryad dan Taiwan.

Desi menjamin produknya memiliki sensasi rasa yang berbeda karena bumbunya ditumbuk dan diracik sendiri dari bahan alami tanpa pengawet. Dengan brand GUMEULIS ECHI, Seblak Kering, Seblak Basreng dan Tahu Juralit anda dijamin ‘Seuhah’. (jk)*

 

Baca Lainnya

ipung capruk
ipung capruk

Masa lalu memacu kita tuk meraih masadepan lebih baik Semoga ini jadi suatau alasan kesuksesan

18 Oktober 2017 2:31 Balas

Yuda Suhada
Yuda Suhada

Perjuangan itu adalah proses, dan dalam proses itu ada hikmah dan pembelajaran. Semoga perjuangan teh Desi menjadi keberkahan dunia dan akhirat.... aminnnn

17 Oktober 2017 13:56 Balas

Prabusakalangit
Prabusakalangit

Semoga saat ini menjadi titik balik masa masa lalu menjadi masa yg selalu indah dan terus bahagia buat teh Desi Mulyani. Semangat Terus Teh Desi !!!

17 Oktober 2017 11:34 Balas