Sabtu, 21 Oktober 2017 22:55

Sejumlah Peternak Sapi Cimahi Tak Tertarik Ikut Asuransi

Reporter : Fery Bangkit 
Salah seorang peternak sapi di Cimahi sedang memberikan makanan kepada sapi peliharaannya.
Salah seorang peternak sapi di Cimahi sedang memberikan makanan kepada sapi peliharaannya. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) ternyata belum diminati oleh sejumlah peternak sapi di Kota Cimahi.

Agus Mukri (46) salah seorang peternak sapi di Cimahi menuturkan, ia memang sempat mendengar mengenai adanya asuransi sapi. Namun, hingga kini Agus belum mengetahui secara detal tentang program asuransi ala Kementrian Pertanian tersebut.

"Sempat ada tawaran, tapi saya belum tertarik. Informasinya juga simpang siur, gak jelas," ujarnya saat ditemui di Kebunnya di Kp. Cileuweung RT 01/19, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Sabtu (21/10/2017).

Selain dirinya, kata Agus, peternak lain yang tergabung dalam kelompok Berkah Darun Nikmah tidak ada yang tertarik mengikuti asuransi ternak sapi.

"Kelompok saya gak ada yang ikutan," ucapnya.

Agar lebih jelas, lanjutnya, ia dan peternak lainnya menginginkan sosialisasi yang lebih detail baik dari pemerintah, terutama pihak asuransi.

Rina Rosdiana, perwakilan Sarjana Membangun Desa (SMD) mengatakan, di Kota Cimahi, khususnya di Cipageran ada tiga kelompok peternak sapi, yakni Mekar Mandiri, Berkah Darun Nikmah dan Mitra Berkah.

"Yang sudah tercover asuransi ternak sapi baru kelompok Mekar Mandiri," katanya.

Dari tiga kelompok ternak sapi, ada sekitar 75 peternak dengan jumlah sapi mencapai 300 ekor. Sementara yang baru tercover asuransi sapi baru 62 ekor.

"Ditargetkan sama pemerintah harus ikut semua," ujar Rina.

AUTS merupakan program Kementrian Pertanian Republik Indonesia, yang dikerjasamakan dengan PT Jasindo. Program asuransi ternak sapi itu dimulai sejak tahun 2017.

Program ini dimaksudkan untuk mengurangi resiko masyarakat dalam pengembangan ternak sapi. Asuransi ternak sapi difokuskan pada perlindungan dalam bentuk ganti rugi kepada peternak bila terjadi kematian sapi karena penyakit, kecelakaan atau hilang akibat aksi pencurian.

Asuransi yang harus dibayarkan per tahun untuk satu ekor sapi sebesar Rp200.000. Namun, peternak sapi cukup hanya membayar Rp40.000 saja. Sebab, sisa pembayaran asuransi sebesar Rp160.000 sudah disubsidi oleh pemerintah pusat.

“Keuntungannya itu kalau misalkan mati, kalau hilang ada penggantinya sebesar Rp 10 juta,” ujar Mita Mustikasari Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Cimahi. (kit)*