Jumat, 5 Maret 2021 11:57

Sejumlah Desa di KBB Butuh Investor untuk Kembangkan Aquaponik

Reporter : Wawan Gunawan
Budidaya sayuran dan ikan sistem AQuaponik
Budidaya sayuran dan ikan sistem Aquaponik [Istimewa]

Limawaktu.id,-  Berbagai cara budidaya ikan semakin inovatif seiring dengan perkembangan teknologi dan pengetahuan masyarakat. Cara cara baru dalam budidaya ikan satu persatu mulai bermunculan dan berkembang di masyarakat. Seperti budidaya ikan dan sayuran dengan sistem Akuaponik. Akuaponik sebenarnya adalah bagian dari pengembangan teknologi hidroponik.

 Teknik akuaponik tersebut sejalan dengan konsep ekonomi biru (blue economy) yang didorong Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) guna mendukung pembangunan berkelanjutan budi daya perikanan. Konsep akuaponik memenuhi empat prinsip utama ekonomi biru, yakni nirlimbah, inklusi sosial, multiproduk, serta inovasi, dan adaptasi.

 “Desa - desa di Kabupaten Bandung Barat, siap bekerjasama dengan para investor,” “ terang Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan, Jum’at (5/3/2021).

Penelitian aquaponik telah dimulai sejak tahun 1971, namun mulai berkembang pada tahun 1980-an. Dilansir dari Suaramerdeka, Aquaponik berasal dari suku kata aquakultur dan hidroponik. Aquakultur merupakan budidaya ikan, sedangkan hidroponik adalah budidaya tanaman tanpa tanah, jadi aquaponik adalah sistem pertanian yang memanfaatkan kotoran ikan sebagai sebagai nutrisi bagi tanaman dan memanfaatkan tanaman sebagai pengendali kualitas air bagi ikan.

 Uniknya, sistem ini memungkinkan untuk dilakukannya budidaya tanaman serta ikan secara bersamaan, dalam satu tempat dan satu waktu. Mengapa ikan diperbolehkan digabung bersama tanaman dalam satu media? Karena nantinya ikan akan mengeluarkan kotoran berupa nutrisi yang akan diserap oleh tanaman secara langsung. Sementara itu, ikan mendapatkan air yang telah dimurnikan oleh tanaman.

Baca Lainnya