Jumat, 22 Desember 2017 18:25

Satu Perusahaan di Cimahi Ajukan Penangguhan UMK 2018

Reporter : Fery Bangkit 
Illustrasi
Illustrasi [Limawaktu]

Limawaktu.id - Hingga batas akhir pada (21/12) pengajuan penangguhan Upah Minimum Kota (UMK) 2018 di Jawa Barat, hanya satu perusahaan berdomisili di Kota Cimahi yang mengajukan penangguhan upah.

Total perusahaan di Kota Cimahi sendiri mencapai 593 perusahaan, dengan total pekerja mencapai 82.296 orang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Bidang Hubungan Industrial dan Jamsostek Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kota Cimahi, Asep Herman saat ditemui di kantornya, Jalan Rd. Demang Hardjakusumah, Jum'at (22/12/2017).

"Informasi yang masuk ke kita baru satu yang mengajukan penangguhan UMK," katanya.

Dikatakannya, penangguhan diajukan lantaran  perusahaan tersebut belum mampu untuk membayar UMK tahun 2018 sesuai yang ditetapkan Gubernur Jawa Barat. Penangguhan diajukan langsung ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Sesuai keputusan yang ditetapkan 21 Oktober lalu, UMK Kota Cimahi ditetapkan sebesar Rp2.678.028, naik 8,71% dibandingkan UMK 2017. Upah terbaru mulai diberlakukan awal Januari 2018.

Pengawas Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat, Ristiana Ekawati membenarkan, hingga akhir batas penutupan, hanya ada satu perusahaan di Cimahi yang mengajukan penangguhan upah.

"Cuma satu, kaya tahun kemarin. Setahun katanya (pengajuan penangguhan upahnya)," ucap Ana, sapaan akrab Ristiana Ekawati.

Dijelaskannya, sebelum disetujui oleh Gubernur, seluruh perusahaan di Jawa Barat yang mengajukan penangguhan upah 2018, termasuk di Kota Cimahi terlebih dahulu akan diteliti oleh provinsi.

Penelitian meliputi audit keuangan perusahaan dan syarat-syarat perusahaan, apakah sesuai atau tidak dengan ketentuan.

"Nanti disidangkan baru diumumkan. Yang masuk belum tentu di acc," ujarnya.

Ditegaskannya, syarat terpenting dalam penangguhan upah ialah kesepakatan antara pihak perusahaan dengan pihak buruh atau karyawan.

Jika penangguhan disetujui, maka perusahaan tersebut masih akan membayar upah seusai UMK tahun 2017 sebeasar Rp2.275.715. (kit)