Jumat, 7 September 2018 12:51

Rantai Distribusi Bikin Buntung Petani Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Komodias Pangan Jenis Sayuran Hasil Petani Asal Cimahi yang Dijual dalam Bazar Pangan di Selasar Gedung B Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Jum'at(7/9/2018).
Komodias Pangan Jenis Sayuran Hasil Petani Asal Cimahi yang Dijual dalam Bazar Pangan di Selasar Gedung B Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Jum'at(7/9/2018). [Fery Bangkit/limawaktuid]

Limawaktu.id, - Rantai distribusi dari petani ke pasaran dinilai sangat merugikan para petani di di Kota Cimahi.

Hal tersebut diungkapkan Plt. Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi, Huzen Rachmadi disela-sela acara 'Bazar Pangan' di Selasar Gedung B Pemkot Cimahi, Jln. Hardjakusumah, Jum'at (7/9/2018).

Baca Juga : Pemkot Cimahi gelar 'Cimahi Agri Market' Harga Dibawah Pasar

Menurut Huzen, rantai distribusi pemasaran hasil pertanian terlalu panjang dan tidak efisien. Dampaknya, terjadi sebaran proporsi keuntungan yang tidak merata antara middleman dengan petani.

"Ada struktur pasar yang tidak efisien. Petani itu tidak banyak keuntungan karena dijual murah," kata Huzen.

Dikatakannya, para petani di Kota Cimahi seperti terjerat dengan rantai distribusi. Dimana, hasil panen mereka harus dipasarkan lebih dari satu orang.

Untuk memangkas rantai distribusi pangan tersebut, kata Huzen, salah satu upaya dari pihaknya adalah dengan bazar pangan seperti ini. Sebab, melalui kegiatan seperti ini, para petani bisa langsung memasarkan hasil pertaniannya.

"Ini sebagai upaya memberikan kelancaran distribusi pangan, pemasaran komoditas pangan ke masyarakat melalui harga yang terjangkau," jelasnya.

Selain untuk memangkas rantai distribusi, pihaknya mengklaim akan terus memberdayaka petani lokal asal Cimahi agar bisa memasarkan hasil taninya secara langsung.

Rencananya, kata Huzen, acara bazar pangan ini akan digelar secara rutin ke depannya. Bisa juga, kata dia, akan dikembangkan ke tingkat kecamatan hingga kelurahan se-Kota Cimahi.

"Kita sudah uji coba 4 (empat) kali. Sekarang ini kita akan coba rutin Jum'at minggu pertama (setiap bulan)," terangnya.

Baca Lainnya