Rabu, 13 Desember 2017 15:57

Produk Basahan di Cimahi Tak Sesuai PIRT

Reporter : Fery Bangkit 
Toko Modern
Toko Modern [limawaktu]

Limawaktu.id, - Hampir seluruh produk basahan di Kota cimahi dinyatakan tidak sesuai dengan Produksi Industri Rumah Tangga (PIRT).

Hal tersebut disampaikan Agus Nirwan, Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian Kota Cimahi disela-sela gelaran Inspeksi Mendadak (Sidak) di sejumlah toko modern di Cimahi, Rabu (13/12/2017).

"Hampir semua produk basahan, seperti tahu, cingcau, baso dan beberapa produk keringan tidak sesuai PIRT-nya," ujar Agus, yang didampingi Staff Perdagangan, Dini Andriyani.
Ketidaksesuaian terlihat di dalam nomor pendaftaran PIRT, yang masih menggunakan versi lama, yakni 12 digit kode. Sementara, sejak tahun 2012 produksi rumahan wajib mencantumkan nomor pendaftaran PIRT versi terbaru berjumlah 15 digit kode angka.

Selain nomor pendaftaran PIRT, pihaknya juga menemukan komposisi kandungan dalam makanan yang tidak sesuai dengan jenis PIRT yang digunakan.
Misalnya, kata dia, ada produk jagung kripik. Tapi, dalam komposisinya tidak ada bahan dari jagung, malah yang ada bahan dari tepung.

"Kita tadi hanya ambil sample di toko modern. Kemungkinan (di pasar tradisional) juga hampir sama kondisinya," kata Agus.
Selanjutnya, kata Agus, pihaknya menyarankan semua toko modern serta pedagang pasar tradisional di Kota Cimahi agar melakukan koreksi, ketika akan melakukan pemesanan kepada suplier.

"Nanti pihak ritel akan memberitahu ke suplier (soal kesesuaian PIRT)," ucapnya.
Dalam Sidak tadi pagi, pihaknya juga memeriksa sejumlah produk elektronik dan komoditas pangan seperti daging, ikan dan sayur-sayuran. (kit)*

Baca Lainnya