Senin, 24 Mei 2021 11:50

Pengeluaran Kebutuhan Sekunder Warga Cimahi Lebih Tinggi dari Primer

Reporter : Bubun Munawar
Pengeluaran rata-rata perkapita sebulan menurun kelompok makanan sepanjang tahun 2020 di Kota Cimahi lebih rendah dari kebutuhan  kelompok bukan makanan
Pengeluaran rata-rata perkapita sebulan menurun kelompok makanan sepanjang tahun 2020 di Kota Cimahi lebih rendah dari kebutuhan kelompok bukan makanan [humas]

Limawaktu.id,- Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cimahi mengungkapkannya Pengeluaran rata-rata per kapita sebulan menurut kelompok bukan makanan dan makanan warga Kota Cimahi sepanjang tahun 2020. Hasilnya, pengeluaran masyarat di tengah masa pandemi COVID-19 tetap tinggi.

Tahun 2020 rata-rata pengeluaran per kapita warga Kota Cimahi dalam menurut kelompok bukan makanan mencapai Rp 1.022.418. Seperti untuk pengeluaran perumahan dan fasilitas rumah tangga, pakaian, alas kaki dan tutup kepala, pajak, pungutan dan asuransi, aneka barang dan jasa, keperluan pesta dan upacara.

Sementara pengeluaran rata-rata perkapita sebulan menurun kelompok makanan sepanjang tahun 2020 mencapai Rp 786.372 per bulan yang meliputi padi padian, umbi umbian, ikan, daging, telur dan susu, sayuran, buah, minyak, bahan minumaan, rokok tembakau dan sebagainya.

Koordinator Fungsi Statistik Sosial BPS Kota Cimahi, Windi Pramudia Wardani mengatakan, merujuk pada data tersebut, pengeluaran per kapita warga Kota Cimahi di masa pandemi COVID-19 ini memang tinggi.

"Kalau dibandingkan Jabar keseluruhan, Cimahi termasuk tinggi meskipun ada pandemi," katanya,Senin (24/5/2021). 

Pengeluaran rata-rata per kapita merupakan biaya yang dikeluarkan untuk konsumsi semua anggota rumah tangga selama sebulan baik yang berasal dari pembelian, pemberian maupun produksi sendiri dibagi dengan banyaknya anggota rumah tangga dalam rumah tangga.

Windi mengatakan, ada sejumlah faktor yang menyebabkan pengeluaran per kapita warga Kota Cimahi cukup tinggi. Di antaranya Cimahi adalah wilayah perkotaan yang banyak terdapat wilayah elit.

"Penduduk perkotaan itu lebih bervariasi konsumsinya," ucapnya.

Selain tinggi, beber Windi, angka pengeluaran per kapita warga Kota Cimahi juga cenderung naik naik setiap tahunnya. Tahun 2018, rata-rata pengeluaran per kapita untuk kelompok bukan makanan mencapai Rp 811.602. Kemudian tahun 2019 naik menjadi Rp 1.028.698 setiap bulannya. Memang ada penurunan pada tahun 2020 menjadi Rp 1.022.418, dimana tahun lalu pengeluaran masyarakat memang cenderung lebih banyak untuk kebutuhan makanan lantaran adanya pandemi COVID-19.

"Kemudian juga dipengaruhi harga. Jadi walaupun pandemi tetep aja naik pengeluarannya," jelas Windi.

Dia melanjutkan, angka pengeluaran per kapita itu didapat berdasarkan hasil survey langsung kepada masyarakat. Survey meliputi semua kebutuhan masyarakat yang biasa dibeli dari mulai makanan sampai non makanan. "Untuk survey tahun ini baru selesai," tukasnya.

Baca Lainnya