Selasa, 19 Maret 2019 12:17

Pemprov Jabar Gandeng Diplomat dan Mantan Duta Besar

Reporter : Bubun Munawar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Saat melakukan Dialog.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Saat melakukan Dialog. [istimewa]

Limawaktu.id - Para mantan duta besar atau diplomat asal Jawa Barat akan dilibatkan sebagai agen kerjasama Pemprov Jabar dengan pihak luar negeri. Mereka akan diposisikan sebagai tim diplomasi Jabar.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri RI Retno Mashudi terkait pembentukan tim tersebut dan mendapat respon positif. Mengenai nama dan jumlah anggotanya saat ini masih dirumuskan.

Baca Juga : Monumen Soekarno Rancangan Emil Akan Dibangun di Aljir

"Saya sudah minta ke Kemenlu dan responnya baik, jumlahnya Bu Menteri dan saya masih menghitungnya. Program itupun belum diberi nama, apakah Dubes Jabar atau tim diplomasi Jabar kita belum putuskan," jelasnya.

"Mereka akan menyambungkan pintu kerjasama luar negeri dan mengenalkan Jabar," ujar Emil, sapaan Gubernur, di rumah dinas Gedung Pakuan Bandung, Selasa (19/03/19).

Dikatakan Emil, tim yang dibentuknya akan ditarik kedalam sebuah sistem sehingga kebutuhan yang kapasitasnya tidak dimiliki oleh ASN dapat diisi oleh para mantan diplomat tersebut.

"Tim ini nanti akan diinstitusikan supaya transparan, jelas nama dan tugasnya," ujar Emil.

Dia melanjutkan, Pemprov sedang menerapkan birokrasi 3.0 atau birokrasi dinamis, dimana pemerintah menjadi akselerator pembangunan bukan operator. Jadi pembangunan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja tapi bekerja sama dengan pihak lain atau penta helix.

"Dengan birokrasi 3.0 ini kita merangkul elemen masyarakat yang dianggap bisa membawa kebermanfaatan ke dalam sistem pemerintahan, contohnya program diplomasi Jabar ini atau Tim Akselerasi Pemerintahan (TAP)," jelasnya.

Baca Lainnya