Jumat, 7 September 2018 12:40

Pemkot Cimahi gelar 'Cimahi Agri Market' Harga Dibawah Pasar

Reporter : Fery Bangkit 
Bazar Pangan Segar, Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi
Bazar Pangan Segar, Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi [Fery Bangkit/ limwaktuid]
Bazar Pangan Segar, Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi
Bazar Pangan Segar, Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi [Fery Bangkit/ limwaktuid]

Limawaktu.id, - Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi menggelar Bazzar Segar 'Cimahi Agri Market' di Selasar Gedung B Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Jum'at (7/9/2018).

Dalam kegiatan tersebut, ada banyak produk hasil pertanian lokal maupun luar Kota Cimahi. Di antaranya 24 jenis sayuran yang dihasilkan Kelompok Tani Nasional Kota Cimahi seperti kangkung, caisim, tomat, cabai dan lain-lain.

"Yang kita priotitaskan Petani, peternak Cimahi. Kita juga kerja sama dengan luar Cimahi," Rachmadi, Plt. Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi saat ditemui disela-sela acara.

Selain itu, ada juga pangan lainnya yang dijual seperti bawang merah, bawang putih, minyak goreng kemasan 2 liter, beras medium, telur ayam, kentang, gula pasir dan daging ayam.

"Ada juga produk olahan pertanian, peternakan dan perikanan seperti jamur krispi, kerupuk ikan lele, youghurt dan kerupuk susu," terang Huzen.

Harga pangan yang dijual dalam bazar kali ini lebih murah dari harga di pasaran. Contohnya, bawang merah yang hanya dijual Rp21.000/kg, lebih murah Rp2.000 dibandingkan harga di pasar.

Kemudian, ada beras medium yang dijual Rp8.800/kg lebih murah Rp700 dari pada harga di lapangan. Kemudian, ada juga telur ayam yang dijual Rp22.000/kg, lebih murah Rp1.500 dari harga di pasar.

Dikatakannya, digagasnya bazar pangan ini berdasarkan permasalahan gejolak harga pangan di lapangan dan sebagai upaya pengendalian harga agar sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah.

Sasaran dari bazar pangan murah ini adalah masyarakat umum, para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pata Tenaga Harian Lepas (THL) yang bekerja di Pemkot Cimahi.

"PNS itu ada sekitar 1.000, ditambah THL. Terus ada yang senam juga," tandasnya.

Ketika disinggung soal keuntungan, Huzen menegaskan bahwa jual beli pangan dalam bazar ini sebagai alat untuk mencari keuntungan. Tujuannya, pihaknya hanya ingin memberdayakan para petani, khususnya petani lokal. Sebab, mereka sendiri yang mengelola hasil bazar ini.

Baca Lainnya