Senin, 24 Mei 2021 12:00

Mengenal Lebih Dekat BPJAMSOSTEK dan Manfaatnya

Reporter : Lizikri Damar Tanjung Novela Andelin

Limawaktu.id - Dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang diadakan di kantor Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Cimahi pada Minggu (23/5/2021), anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Agung Budi Santoso mengajak seluruh pekerja Indonesia untuk mendaftarkan diri ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK.

BPJAMSOSTEK atau yang sebelumnya bernama BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan dan jaminan bagi para pekerja Indonesia dari risiko kecelakaan kerja dan kematian, baik tenaga kerja dalam hubungan kerja seperti pekerja sektor formal non-mandiri, maupun pekerja mandiri di luar hubungan kerja. Ada empat program yang ditawarkan BPJAMSOSTEK, antara lain Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP).

“Cara pendaftarannya mudah, bisa langsung datang ke kantor cabang kami, bisa lewat online, bisa lewat ada Namanya di kami itu Perisai, kepanjangan tangan BPJS Ketenagakerjaan, agen-agen kami, lewat perbankan juga bisa,” kata Kepala Bidang Kepesertaan BPJAMSOSTEK Jakarta Gambir, Eris Aprianto, ditemui seusai kegiatan.

Untuk dapat mendaftarkan diri, Eris mengatakan, pekerja harus belum memasuki usia 60 tahun atau masa pensiun. Setelah memasuki masa pensiun, peserta masih dapat terlindungi BPJAMSOSTEK asalkan tetap rutin membayar iuran. Hal ini untuk berjaga-jaga agar jika resiko terjadi, statusnya kepesertaannya masih aktif. BPJAMSOSTEK hanya memberi santunan kepada pekerja yang aktif membayar iuran.

“Dengan hanya membayar iuran sebesar Rp16.800,00 per bulan, itu kalau sampai meninggal dunia dapat santunannya Rp 42 juta,” katanya.

Terkait pekerja outsourcing, Eris mengatakan pihaknya tetap dapat melindungi pekerja outsourcing. Menurutnya, di Indonesia pekerjaan outsourcing telah memiliki payung hukum.

“Kami dari BPJS Ketenagakerjaan tetap dapat bisa melindungi pekerja outsourcing tersebut, selama outsourcing itu didaftarkan oleh perusahaan, kami lindungi. Nanti kalau misalkan berhenti, tutup, kalau mau melanjutkan ke mandiri sangat kami sarankan. Artinya perlindungan itu tidak terhenti,” katanya.

Dirinya juga menambahkan, setiap tahun target kepesertaan dari pemerintah terus meningkat sehingga pihaknya harus menambah kepesertaan baru. Menurutnya, persentase pertumbuhan kepesertaan BPJAMSOSTEK tahun ini berada di kisaran 30 persen.

Baca Lainnya