Kamis, 8 April 2021 14:59

Lapak Cimahi Komunitas Kaum Muda Pelaku Bisnis

Reporter : Lizikri Damar Tanjung Novela Andelin

Limawaktu.id – Banyak cara dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran berbisnis di kalangan anak muda. Salah satunya seperti dilakukan oleh Lapak Cimahi atau Laci yang merupakan  wadah atau komunitas tempat menampung ide-ide kreatif kaum muda. Komunitas yang beranggotakan mayoritas pelajar ini mulai merintis usahanya sejak enam bulan lalu  dan kini sudah bisa menghasilkan produk unggulan seperti merchandise, makanan atau fesyen.

Saat Sidak Komisi II DPRD Kota Cimahi terungkap, Komunitas yang dipimpin oleh Sultan Mujahid Abdul Jabbar ini memiliki delapan unit bisnis, salah satunya bergerak di bidang makanan ringan atau cemilan. “Kita baru ada dua produk, jadi yang pertama adalah keripik jamur, yang kedua keripik kacang, jadi kalau untuk keripik jamurnya kita dari pembibitan tuh sampai pengemasan kita Kelola sendiri,” kata Sultan saat ditemui di Kantor Komunitas  Laci, Jalan Encep Kartawiria Cimahi, Kamis (8/4).

Produk berikutnya adalah merchandise sekolah berupa jaket dan masker. Untuk saat ini, Laci baru membuat merch untuk SMKN 1 Cimahi atau yang dulu dikenal dengan nama STMN Pembangunan Bandung.

“Target ke depannya setiap sekolah di Cimahi atau Jawa Barat kita kuasai,” kata Sultan

Masih di bidang konveksi, Laci juga membuat tas laptop custom yang desainnya dapat dibuat sesuai permintaan. Berdasarkan pantauan Limawaktu, produk tas laptop yang ditampilkan memiliki motif lukisan dedaunan berbagai tanaman hias, salah satu tokoh kartun binatang, dan ada pula yang polos.

Produk ketiga adalah Poka Poin yang merupakan produk poster kayu untuk hiasan dinding. Poster kayu ini dibuat dengan membuat desain gambar terlebih dahulu yang tentunya juga dapat dibuat sesuai permintaan, kemudian dicetak dan direkatkan pada selembar kayu yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran gambar. Selanjutnya poster kayu dilakukan finishing sedemikian rupa sehingga dapat digantung atau diletakkan di atas meja.

Mengenai strategi marketing produk, Bagas Gentara Pribadi selaku marketing Laci menjelaskan, pihaknya memasarkan dan memperkenalkan produknya ke publik melalui Instagram dan media jejaring sosial lainnya.

“Lapak Cimahi sendiri memiliki tim marketing yang bertugas untuk mencari pasar dan bertugas juga untuk menciptakan ruang publik yang bisa menciptakan interaksi antara unit bisnis yang kami himpun dengan para calon konsumen,” jelasnya.

Sebagai sebuah komunitas yang masih dalam tahap berkembang, Laci sangat menyambut insan-insan muda yang ingin bergabung dengan komunitas UMKM yang tampil beda ini.

Raden Raka Abdul Kamal Syafaat, anggota Laci mengatakan, kebanyakan UMKM dijalankan oleh golongan masyarakat yang sudah berumur, sehingga komunitas ini memberi kesempatan berpartisipasi kaum muda yang kontribusinya sangat dibutuhkan oleh Kota Cimahi.

“Siapapun punya hak buat ikutan di sini, jadi udah nggak ada keterbatasan kayak ‘gimana ya ini aku nggak punya teman’ dan lain-lain. Di sini (Laci, red) lebih enak kalau sama-sama anak muda,” kata Raka yang juga merupakan koordinator Kopi Kapitano, salah satu produk Laci.

Terkait hal ini, Sultan mengatakan ke depannya Laci akan kembali membuka rekrutmen batch selanjutnya. “Insya Allah sama para mentor juga, Kang Aldila, Kang Eki dan Kang Gia, akan membuka batch kedua, yang mana pelajar-pelajar, mahasiswa dan pemuda-pemuda di Kota Cimahi bisa meluapkan ide bisnisnya,” katanya.

Lebih lanjut lagi Sultan mengatakan, Laci akan bekerja sama dengan UMKM-UMKM di Kota Cimahi dengan mengadakan seminar dan pelatihan, juga membuka mata para pemuda di Kota Cimahi untuk memulai bisnisnya dari sekarang. Hal ini penting sehubungan dengan bonus demografi yang akan dialami Kota Cimahi, di mana jumlah penduduk usia muda akan mengalami peningkatan. Selain itu juga untuk menghadapi otomatisasi industry di mana jumlah tenaga dan lowongan kerja akan berkurang.

Ditemui di kesempatan yang sama, H. Barkah Setiawan, S.P., M.M., anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cimahi mengatakan, kehadiran Laci merupakan sesuatu yang luar biasa.

“Di Laci ini, anak muda seumuran SMA sudah bisa bicara cashflow, sudah bicara investasi. Ini merupakan potensi luar biasa yang membutuhkan perlakuan khusus dari Pemerintah Kota Cimahi,” katanya.

Barkah menegaskan, potensi ini perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah Kota Cimahi, terutama dinas yang berkaitan dengan UMKM. Ditambah, Laci memiliki data yang akurat dan sudah terstruktur layaknya perusahaan yang dapat menjadi terobosan bagi Kota Cimahi.

“Mudah-mudahan (mereka, red) menjadi kader-kader bangsa yang bisa menjadi harapan, bukan hanya harapan orang tua, bukan hanya harapan di sekitar tapi juga harapan bangsa yang luas. Berbicara pada hari ini dari Cimahi, mudah-mudahan nanti bisa lebih luas lagi ke masyarakat atas,” harapnya.

Barkah mengatakan, dirinya ingin mengundang Laci ke Komisi II DPRD Kota Cimahi untuk sharing dan menggali investor seperti apa yang dibutuhkan Kota Cimahi dalam mendukung pembangunan.

“Cimahi butuh investor, Cimahi butuh investasi, kota kecil tapi butuh investasi karena untuk mempertahan keberadaan kota cimahi, jangan sampai degradasi, sebab Cimahi hanya tiga kecamatan dan PAD nya kecil,” katanya.

Lebih lanjut Barkah menegaskan, diperlukan upaya untuk mempertahankan Cimahi dan menaikkan PAD kota.

“Mudah-mudahan tidak hanya 10 orang di sini (Laci, red) tapi bisa terus menjamur,” pungkasnya.

 

Baca Lainnya

Topik Populer