Kamis, 5 Oktober 2017 21:18

Keprihatinan Nunung Berbuah Manis

Ekonomi IKM Bandung Barat
Syamsiatul yang akrab dipanggil Nunung,  pemilik label RIF'S D STYLE memperlihatkan hasil produk fesyen di tokonya.
Syamsiatul yang akrab dipanggil Nunung, pemilik label RIF'S D STYLE memperlihatkan hasil produk fesyen di tokonya. [limawaktu]

Limawaktu.id,- Awalnya Syamsiatul,  yang akrab dipanggil Nunung tidak menyangka jika  usahanya bisa  berkembang, karena bermula dari berjualan keliling kampung serta  niat ingin memberikan manfaat terhadap orang lain.

Kini,  Nunung pemilik label RIF'S D STYLE telah memiliki toko sendiri. Bahkan RIF'S D STYLE produsen busana muslim yang dirintisnya, meraih juara dua pada even peragaan fesyen Jabar Ngagaya 2017 di Festival Gedung Sate pada 29 sampai 30 Oktober 2017.

"Suatu saat paman saya tertipu dalam pekerjaan dan orangtua menitipkan kepada saya,  tapi saya bingung karena usaha saya saat itu hanya berjualan disekitar rumah dan belum berkembang,” ungkapnya dengan nada haru,  saat ditemui di tokonya, Jalan Haji Gofur No. 55 Desa Gadobangkong Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (5/10).

Dikatakan Nunung, dari keprihatinan itu dan niat ibadah serta ingin menolong sesama, akhirnya dibantu  modal dari suami, Nunung  mulai ngontrak toko dan berjualan gamis, jilbab, kulot dan rok, dia  berkeliling dari satu kampung ke kampung lainnya,  memasarkan pakaian yang dibelinya dari Pasar Baru Bandung.

Motivasinya yang kuat untuk meraih sukses,  Nunung tak mengenal lelah melakukan usahanya ini hingga suatu waktu dia menjadi seorang pedagang yang cukup berkembang.

Setelah sukses berdagang dan memiliki banyak konsumen, akhirnya Nunung mulai memproduksi fesyen sendiri karena keuntungannya lebih besar daripada hanya sekedar jadi distributor atau reseler. 

“ Dari pengalaman berdagang tersebut saya terbersit ingin produksi  sendiri, karena jika dihitung keuntungan yang diperoleh bisa lebih besar jika hanya mengandalkan menjual produksi orang lain,” katanya beralasan.

Kini, Nunung telah memiliki toko sendiri dan memiliki  jaringan reseler diantaranya di  Padalarang Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung dan Cimahi, Kota Dumai Riau sampai Semarang Jawa Tengah. Omzet rata-rata tiga puluh juta perbulan, dan jika lagi ramai seperti menjelang lebaran bisa mencapai tujuh puluh jutaan.

“Pemasarannya saya lakukan dengan sistem marketing offline dan online walaupun belum maksimal,” sebut dia.

Dijelaskannya, dengan harga bersahabat, bahan variatif mulai dari jersey, katun, seruti, baloteli, wolfis dan batik serta jahitan yang rapi, RIF'S D STYLE menjual produk busana muslim syar'i dengan beragam jenis diantaranya gamis, jilbab, tunik, kulot dan rok.

"Alhamdulillah, berkat binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung Barat dan juga Provinsi Jawa Barat, serta  melalui partisipasi dalam even fashion show dan berbagai pelatihan seperti pelatihan e-commerce dan pelatihan tehnis cara memotong kain, saya  bisa menambah pengetahuan dan keterampilan,” tuturnya.

Selain itu,  Nunung  untuk silaturahmi dan membina jaringan bisnis, Nunung juga bersama pengusaha lainnya mendirikan komunitas Fashion Mustika Bandung Barat “Komunitas ini kami bentuk antar sesama pengusaha di bidang fesyen sebagai sarana silaturahmi dan membina jaringan bisnis,” pungkas Nunung. (jk)*

ipung capruk
ipung capruk

Kepedihan berbuah kebahagian Kepahitan berbuahanis Bu nunung dan kbb keren

18 Oktober 2017 2:33 Balas