Kamis, 18 Januari 2018 15:57

Kenaikan Harga Semakin Mencekik Masyarakat

Ditulis Oleh Fery Bangkit 
Pedagang ayam di Cimahi terpaksa menaikan harga akibat tingginya harga pasokan.
Pedagang ayam di Cimahi terpaksa menaikan harga akibat tingginya harga pasokan. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Tingginya sejumlah bahan pokok, seperti beras dan daging ayam membuat masyarakat semakin kesulitan memenuhi kebutuhan hidup. Mereka terpaksa memangkas sejumlah kebutuhan.

Saat ini, harga beras jenis medium di pasar tradisional Kota Cimahi mencapai Rp11.000/kilogram, sementara beras jenis premium menyentuh harga Rp13.000/kilogram.

Harga tersebut otomatis melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) beras yang ditetapkan Kementrian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia.

Sementara untuk harga daging ayam pun sama tingginya. Harga terakhir yang didapat dari sejumlah pasar tradisional di Cimahi, harga daging ayam menyentuh Rp 40.000/kilogram.
Tingginya harga daging ayam tersebut membuat pedagang ayam menjerit. Bahkan, rencananya para pedagang ayam di Bandung Raya, termasuk Kota Cimahi akan menggelar aksi mogok berjualan dari Jum'at pagi hingga Minggu sore pekan ini.
Di satu sisi, Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperind) Kota Cimahi mengaku tak bisa berbuat banyak perihal gejolak harga.

Pasalnya, kata Agus Irwan Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri Disdagkoperind Kota Cimahi, ketersediaan bahan pokok termasuk daging ayam dan beras masih dipasok dari daerah lain.

"Kita gak bisa berbuat banyak soal harga. Dasar penanganan harga memang di kita, tapi kita harus melihat latar belakang kenaikan harga. Seperti beras, kita kan dipasok dari luar, otomatis harga pun dikendalikan bukan di Cimahi," ujarnya saat ditemui di Komplek Perkantoran Pemerintah Kota Cimahi, Jln. Rd. Demang Hardjakusumah, Kamis (18/1/2018).

Karena Cimahi bukan daerah produsen bahan pokok, kata Agus, maka pihaknya hanya bisa menjaga ketersediaan barangnya saja. Diklaimnya, stok bahan pokok di Kota Cimahi hingga saat ini relatif aman.

Dalam waktu dekat, lanjut Agus, pihaknya akan menggelar Operasi Pasar (OP). OP digelar sebagai solusi tinggginya harga bahan pokok di pasaran.

"Kita sedang merencanakan OP. Sedang koordinasi dengan Bulog," katanya.

Perihal penyebab tingginya harga beras, jelasnya, disinyalir masalahnya ada di tingkat petani. Menurutnya, panen beras belakangan ditingkat petani mengalami kegagalan.
"Barang susah harga naik," ucapnya.

Sementara harga daging ayam, kata Agus, dipicu harga pakan yang naik. "Memang diprediksi harga pakan naik. Barangnya juga susah," pungkasnya.