Kamis, 18 Februari 2021 10:15

Kabupaten Bandung Barat Berhasil Menciptakan Varitas ‘Pisang Ayu’

Reporter : Wawan Gunawan
Ratna Juliyanti, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Binama, Desa Cibodas Kecamatan Lembang
Ratna Juliyanti, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Binama, Desa Cibodas Kecamatan Lembang [Mediatani]

Limawaktu.id,- Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat Heru Budi Purnomo mengungkapkan, pihaknya berhasil menciptakan varietas pisang baru asli Bandung Barat yang diberi nama Pisang Ayu.

Keberhasilan ini mendapatkan apresisasi dari Bupati Kabupaten Bandung Barat AA Umbara Sutisna. Dia berharap, semoga varietas asli kebanggaan masyarakat Bandung Barat bisa memainkan peran di pasar nasional dikemudian hari.

Menurut Umbara, ketahanan pangan disaat pandemi seperti ini menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan dalam memastikan kebutuhan pangan masyarakat bisa terjaga dengan baik.

Dikatakannya, Kelompok wanita tani Desa Cibodas sudah melakukan hal tersebut, dan bersinergi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bandung Barat dari mulai pemeliharaan bibit hingga pengolahan hasil turunan nya bahkan sampai dengan pengepakan komoditas sehingga siap untuk langsungg dipasarkan. Sistim ertanian terpadu  sudah diterapkan secara baik disini sampai ke sisi peternakan nya, tinggal bagaimana mempertahan nya dan meningkatkan kualitas.

“Disitu lah peran Pemerintah Daerah Bandung Barat akan hadir utuk mendukung langkah langkah yang dibutuhkan oleh kelompok tani,” ungkapnya, saat kunjungan di Desa Cibodas, Kamis (18/2/2021).

Sementara, Kepala KPP Bandung Barat menjelaskan, pihaknya sedang menyiapkan Beberapa program lainnya untuk ketahanan pangan di samping terjaminnya ketersedian pangan di Kabupaten Bandung Barat.

Pihaknya memastikan tahun ini akan menggarap enam lumbung ketahan pangan sebagai cadangan pangan untuk mengantisipasi kebutuhan pangan di tahun-tahun berikutnya.

“Jika ingin punya uang, maka harus bertani," katanya.

Heru optimis dunia pertanian akan tetap disukai oleh generasi muda dengan adanya “smart farming” dimana kita tidak boleh ketinggalan informasi pertanian di kemajuan telnologi saat ini.

 “Gunakan produk-produk pertanian Kabupaten Bandung Barat agar para petani KBB juga sejahtera,” pungkasnya.

Baca Lainnya