Rabu, 13 Maret 2019 11:37

Jabar Seimbangkan Kerjasama dengan Kawasan Asia Timur 

Reporter : Bubun Munawar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat jamuan makan malam di kediaman Gubernur Setif Aljazair,  Nacher Maskri, Minggu, (10/3).
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat jamuan makan malam di kediaman Gubernur Setif Aljazair, Nacher Maskri, Minggu, (10/3). [istimewa]

Limawaktu.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebutkan Pemerintah Jawa Barat sudah menjajaki kerjasama dengan negara-negara di Kawasan asia timur seperti dengan Aljazair, Maroko, dan kawasan Timur Tengah lain. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk menyeimbangkan perdagangan dengan kawasan asia timur seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea. 

Siaran Pers Biro Humas dan Keprotokolan Pemprov Jawa Barat menyebutkan, khusus dengan Aljazair, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menawarkan berbagai aplikasi dalam kontek smart city kepada Setif salah satu provinsi di Aljazair dan kota-kota lain di Aljazair. Hal itu dilakukannya saat kunjungan ke Setif, Aljazair, akhir pekan kemarin. Pada kesempatan itu, Emil mengundang para pengusaha Aljazair untuk menjajaki kemungkinan membuka kontak usaha lebih jauh di Jawa Barat. 

"Jawa Barat mempunyai berbagai komoditi yang berkelas dunia yang bisa ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan Aljazair. Kopi dan teh adalah produk unggulan yang sudah diterima baik oleh pasar internasional. Berbagai produksi manufaktur juga siap mengisi pasar Aljazair dan kawasan sekitarnya," kata Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil.  

Sementara itu, Gubernur Nacher Maskri menyambut baik tawaran bisnis Ridwan Kamil dan berharap ditindaklanjuti dengan langkah-langkah teknis meningkatkan hubungan kerja sama antardua wilayah ke tingkat yang teknis. Hubungan politik yang baik antara Indonesia-Aljazair selama ini, diyakini akan menjadi dasar yang kuat dalam mengaplikasikan program kemitraan selanjutnya. 

"Kami, warga Aljazair, sangat menghormati Indonesia, khususnya Bandung, karena dari kota itu muncul semangat bangsa kami dan bangsa-bangsa lain untuk merdeka," kata Maskri menyinggung peristiwa Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955 yang dinilai sebagai dasar kebangkitan bangsa Aljazair.

"Dari sejarah itu, kami berkeyakinan kerja sama ini akan berjalan baik dan mampu saling meningkatan kesejahteraan melalui pembangunan ekonomi dan kebudayaan," kata Maskri. 

Selain ekonomi dan teknologi, diharapan pula kerja sama budaya dan pendidikan, khususnya perguruan tinggi dan penelitian, karena Setif terkenal juga sebagai daerah pendidikan dengan kampus-kampus ternama dan sekitar 70.000 mahasiswa.(*/)

Baca Lainnya