Selasa, 2 April 2019 17:27

Indonesia Inisiasi Debat Soal Pendudukan Israel di Palestina  

Reporter : Bubun Munawar
Dirjen Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Febrian Ruddyard memberikan penjelasan kepada media belum lama ini.
Dirjen Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Febrian Ruddyard memberikan penjelasan kepada media belum lama ini. [VOA]

Limawaktu.id - Indonesia akan menginisiasi debat terbuka tentang perlindungan warga sipil dari konflik bersenjata dan menggelar diskusi informal tentang pendudukan ilegal Israel di Palestina. Di samping itu juga akan ada pameran foto di Markas Besar PBB dengan tema Investing in Peace dari tanggal 6-17 Mei 2019.

Menurut Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Febrian Ruddyard, pada Mei 2019 dan Agustus 2010 akan menjadi Presiden DK PBB. Nantinya, Indonesia akan mengusung tema penjagaan perdamaian pada kepemimpinan Mei 2019. Sementara pada Agustus 2019, Indonesia akan mengusung tema penanggulangan terorisme,” katanya seperti dilansir VOA Indonesia, belum lama ini.  

“Terkait soal Palestina, Indonesia akan mendengarkan para pembicara dari berbagai pejabat dan aktor yang terkait pendudukan ilegal khususnya dari isu kemanusiaannya,“ terangnya.

Indonesia resmi menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB sejak 1 Januari 2019. Selama 3 bulan tersebut, Indonesia telah berkontribusi dalam pembahasan isu perdamaian di Palestina, tentang terorisme dan krisis Venezuela. Selain itu, Indonesia juga berkontribusi dalam perumusan resolusi tentang kerjasama PBB dan organisasi kawasan dalam memelihara perdamaian di Afrika.

Peneliti Politik Internasional Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Adriana Elisabeth menilai kontribusi Indonesia selama 3 bulan tersebut belum optimal. Sebab, Indonesia masih bisa mengambil peran lebih dalam isu denuklirisasi antara Amerika Serikat dengan Korea Utara. Sebab Indonesia merupakan negara yang tidak mengembangkan nuklir, sehingga bisa berdiri netral di antara kedua negara.

“Indonesia memiliki pengalaman menjadi fasilitator penyelesaian sejumlah konflik misal dalam sengketa Laut China Selatan. Apalagi, Indonesia selama ini selalu menjaga hubungan baik kepada semua negara,” katanya. (VOA)

Baca Lainnya