Senin, 13 Agustus 2018 11:24

Harga Sayuran Naik Pembeli Menjerit

Reporter : Fery Bangkit 
Salah seorang pedagang sayuran di pasar antri cimahi, Ani
Salah seorang pedagang sayuran di pasar antri cimahi, Ani [limawaktu]


Limawaktu.id, - Naiknya harga sejumlah komiditas sayuran memaksa pembeli mengurangi jumlah belanjaanya. Sejak dua bulan terakhir, harga sayur naik hingga 50%.

Berdasarkan keterangan dari sejumlah pedagang, harga sayuran yang mengalami kenaikan hingga 5% itu yakni buncis, kacang panjang, tomat dan ketimun.


Imas (37), warga Cibeber, cimahi Selayan menuturkan, harga sayuran saat ini menang cukup tinggi. Hal itu dikatakannywa lumrah terjadi setiap Musim Kemarau, yang memaksanya mengurangi jumlah pembelian.

"Yang saya tahu setiap musim kemarau harga sayuran pasti naik. Kalau pembeli mah hanya bisa berharap harganya bisa cepat turun," kata, Senin (13/8/2018).

Pedagang sayuran di Pasar Antri Cimahi, Agus Sopian (43), mengatakan, faktor kenaikan diduga karena musim kemarau. Ia sendiri sebagai pedagang tak bisa berbuat banyak soal kenaikan yang cukup drastis ini.

"Harga buncis dan kacang panjang mengalami kenaikan dari Rp 10 ribu menjadi 20 ribu per kilogram," terangnya.

Selain buncis dan kacang panjang yang mengalami kenaikan, harga tomat yang asalnya hanya Rp 5 ribu pun saat ini menjadi Rp 10 ribu per kilogram dan ketimun yang asalnya Rp 6 ribu menjadi Rp 14 ribu per kilogram.

Ani (30) pedagang sayur lainnya membeberkan, musim kemarau sendiri berdampak langsung terhadap pasokan komoditas sayuran dari petani ke sejumlah pedagang di Pasar Antri Cimahi. Pasokannya saat ini berkurang.

Biasanya kedua pedagang itu rata-rata mendapat pasokan tomat dan ketimun dari petani sayuran sebanyak 25 hingga 30 kilogram per hari.

"Saat musim kemarau ini, posakannya berkurang sekitar 20 persen. Jadi saya setiap hari hanya menjual berbagai jenis sayurannya hanya sedikit," kata Ani.

Pedagang sayuran di pasar tersebut pun mengeluhkan kenaikan harga dan minimnya pasokan karena menyebabkan omsetnya menurun.

"Kalau harga naik pasti mempengaruhi omset. Omset saya menurun sejak pertama kali harga sayuran naik sekitar dua bulan yang lalu," katanya.

Baca Lainnya