Rabu, 27 Januari 2021 18:22

Emil Ajak Anak Muda Bela Negara dengan Menjadi Petani 4.0

Reporter : Bubun Munawar
Gubernu Jawa Barat mencari 5000 anak muda untuk menjadi Petani 4.0
Gubernu Jawa Barat mencari 5000 anak muda untuk menjadi Petani 4.0 [net]

Limawaktu.id,- Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengajak anak muda di Jawa Barat untuk melakukan bela negara dengan menajdi Petani 4.0.


"Kami sedang mencari sekitar 5000 anak muda Jawa barat yang mau melakukanj bela negara dengan menjadi petani 4.0. ," terang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, Rabu (27/1/2021) Kegiatan ini dilakukan untuk mengentaskan pengangguran di Jawa Barat.


Nantinya, kata Emil para pemuda akan diberikan kesempatan untuk mengolah tanah subur masing-masing dipinjamkan 2000 m2 dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, berikut modal dari Bank Bjb dan hasil panennya langsung dibeli oleh Agro Jabar.


"Pendaftaran akan dimulai minggu depan. Salah satu syaratnya mau tinggal ngekos di desa," sebutnya.
Dikatakan Emil, program ini merupakan rencana besar di tahun 2021, disampaikan saat pencanangan revolusi pertanian 4.0 di Jawa Barat. Dimulai dengan meresmikan smart green house di Wanaraja Garut.


"Disini produksi pertanian bisa 2 kali lipat hanya dengan konsumsi air hanya 20 persen dari biasanya, berkat teknologi pertanian infus yang diterapkan. Dan bisa bertani selama full 12 bulan tanpa terpengaruhi dinamika cuaca," jelasnya.


Dia berharap, dengan penerapan teknologi 4.0 di sektor pertanian dan perikanan ini menjadi penyemangat Jawa Barat menjadi lumbung ketahanan pangan nasional yang paling kuat.

"Teknologi 4.0 tentunya bisa mendukung ketahanan pangan di Jawa Barat semakin kuat," tegasnya.

Penerapan teknologi 4.0 di sektor pertanian akan menjadi fokus Pemda Provinsi Jabar pada 2021. Hasil kajian ekonomi Jabar ternyata ekonomi yang tangguh selama COVID-19 adalah ekonomi pertanian.

"Maka 2021 arah kebijakan Jabar juga akan banyak ke desa dan pertanian, tapi dilengkapi dengan teknologi 4.0 karena itu cara kami bisa melompat, tapi tetap aman dari Covid-19," ucapnya.

Sejumlah teknologi sudah diterapkan di sektor pertanian, diantaranya yaitu drone untuk penyemprotan pupuk cair dan pemasaran komoditas pertanian di desa-desa yang saat ini sudah melalui daring.

Baca Lainnya

Topik Populer